Jakarta, Mediautama.news – Grup Indomobil memastikan merek otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), akan memulai kegiatan produksi mobil di Indonesia pada tahun 2026.
Kendati belum diungkapkan model perdana yang akan dirakit secara lokal, indikasi kuat menyebutkan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air.
“Ya, tahun depan, tahun depan produksi,” ujar
Direktur Grup Indomobil, Andrew Nasuri, saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/10/2025), dikutip dari CNNIndonesia.com membenarkan bahwa tahun depan (2026) VW akan produksi di Indonesia.
Menurut Andrew, Grup Indomobil merupakan salah satu konglomerasi otomotif besar di Indonesia yang menaungi berbagai merek mobil dan sepeda motor. Untuk Volkswagen, jelasnya, Indomobil mengoperasikan Garuda Mataram Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Tanah Air.
Namun, Andrew belum mengungkap rincian rencana produksi mobil Volkswagen tersebut, termasuk nilai investasinya yang akan terealisasi. Meski demikian, rencana produksi ini diduga berkaitan dengan pernyataan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani beberapa waktu belakangan.
Rosan sempat menyebut ada tujuh merek otomotif yang sedang membangun pabrik perakitan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia. Salah satu yang menarik ada Volkswagen (VW).
“Ini sudah ada BYD, Citroen, Aion, Maxus, Geely, Vinvast, dan VW. Jadi itu yang sudah menyatakan komitmen dan sudah berjalan,” kata Rosan.
Perjalanan investasi tujuh merek ini, menurut Rosan, dimulai sejak 2024 hingga Maret 2025. Mereka disebut telah menyatakan minat berinvestasi dengan nilai keseluruhan mencapai Rp15,4 triliun.
Investasi juga diklaim mampu mengakomodir produksi mobil listrik berbasis baterai sejumlah 280 ribu unit per tahun.
“Jadi sudah ada tujuh produsen mobil listrik yang menyatakan minat investasinya dan sudah melakukan konstruksi dengan nilai Rp15,4 triliun,” ucap Rosan.
Grup Indomobil diketahui sedang membenahi dapur produksinya agar semakin besar di Indonesia. Langkah ini terendus setelah perusahaan mengakuisisi saham Nissan sehingga mereka dapat memanfaatkan pabrik yang sejak beberapa tahun terakhir berhenti beroperasi.
Jusak Kertowidjojo, Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional (IMAS), sebelumnya bilang keputusan akusisi dilatarbelakangi kebutuhan perusahaan membangun pusat produksi baru untuk berbagai merek otomotif yang sudah bekerja sama.
Maka bisa jadi, langkah ini berkaitan dengan rencana produksi mobil Volkswagen di Tanah Air yang disebut Andrew dimulai 2026.(r)
Editor: Edward






