GILA! JPMorgan Ramal Harga Emas Dunia Tembus Rp4,3 Juta per Gram

Logam mulia Emas (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Bank investasi raksasa asal Amerika Serikat, JPMorgan, semakin optimis harga emas akan naik. Mengutip Kitco News dan dilansir dari investor.id, Rabu (4/2/2026), JPMorgan memproyeksikan harga emas dunia pada akhir 2026 akan menembus US$ 6.300 per troy ons.

Dengan kurs sekitar Rp16.800 per dolar AS, harga tersebut setara Rp105,8 juta per troy ons, atau sekitar Rp3,4 juta per gram. Proyeksi ini mencerminkan kuatnya peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Proyeksi ini dirilis menyusul penurunan terbesar harga emas dalam beberapa dekade terakhir pekan lalu, dengan logam mulia tersebut anjlok lebih dari 10% selama sesi perdagangan hari Jumat (30/1/2026) setelah mencetak rekor di level US$ 5.600 per troy ons.

Dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada Minggu malam (1/2/2026), analis bank tersebut mengutip tren diversifikasi berkelanjutan yang telah mendorong harga emas ke rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.

Para analis di JPMorgan meyakini bahwa emas masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut di tengah rezim kinerja aset riil yang masih kuat dibandingkan aset kertas.

Di saat yang sama, ahli strategi JPMorgan yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou mengatakan harga emas dapat mencapai US$ 8.000 per troy ons yang setara sekitar Rp134,4 juta per troy ons atau sekitar Rp 4,3 juta per gram pada akhir dekade ini, jika investor sektor swasta mengalokasikan lebih banyak dana ke emas.

PJMorgan mengungkapkan, selain investasi sektor swasta, bank sentral juga diperkirakan akan tetap menjadi pembeli utama emas untuk menjaga harga tetap tinggi.

Para analis JPMorgan, sebagaimana dalam catatannya, memperkirakan pembelian emas oleh bank-bank sentral global akan terus naik hingga 800 ton di 2026.(r)

Editor: AR Manik Raja