SUMUT  

MUI Simalungun Perkuat Peran Ulama dan Sinergi dengan Pemerintah

Musda: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII Tahun 2026, di Gedung MUI Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Sabtu (5/9/2026).(Foto:Dok/Humas)

Simalungun, Mediautama.news – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun menegaskan komitmennya memperkuat peran ulama dalam membina umat sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah melalui Musyawarah Daerah (Musda) VIII Tahun 2026.

Musda mengusung tema “Peningkatan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Khadimul Ummah (Pelayan Umat) dan Shodiqul Ummah, Mitra Pemerintah dalam Mewujudkan Simalungun Maju” dan digelar di Gedung MUI Simalungun, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Sabtu (5/9/2026).

Sekitar 250 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas pengurus MUI kecamatan, ulama, tokoh agama dan masyarakat, perwakilan organisasi Islam serta elemen umat Islam lainnya.

Hadir dalam kegiatan itu Sekda Simalungun Mixnon Andreas Simamora mewakili Bupati, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto bersama unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Simalungun, serta Ketua Umum DP MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. Maratua Simanjuntak.

Ketua Panitia Amrisyam Simamora mengatakan, Musda menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menyatukan pandangan untuk merumuskan program kerja MUI ke depan. Saat ini, kepengurusan MUI telah aktif di 25 kecamatan di Simalungun.

Dalam sambutan Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih yang disampaikan Sekda, pemerintah menilai MUI memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. “Ulama bukan hanya tempat umat bertanya mengenai persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi penuntun, penyejuk, sekaligus penjaga nilai dan moral dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Bupati mendorong MUI agar lebih aktif melakukan pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial, memperkuat pembinaan generasi muda, menghadirkan dakwah yang sejuk dan relevan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan syiar Islam.

MUI juga diharapkan berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat, kepedulian sosial, persaudaraan serta kerukunan antarumat beragama.

“Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Simalungun, kita harus mampu berdiri bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DP MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. Maratua Simanjuntak mengapresiasi pelaksanaan Musda tersebut. Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus MUI merupakan amanah yang membutuhkan keilmuan, integritas, keteladanan dan komitmen terhadap umat.

Musda VIII MUI Simalungun kemudian resmi dibuka oleh Prof. Maratua. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan yang amanah dan berintegritas serta semakin memperkuat sinergi ulama, pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Simalungun yang aman, religius, toleran dan maju.(Sim1)

Editor: AR Manik