MediaUtama | Simalungun – Peserta didik di SMPN 3 Raya mengaku belum menerima ijazah setelah lulus dari sekolah tersebut sejak tahun 2019 lalu.
Bahkan orang tua dari siswa sempat geram dan ingin melakukan aksi demo ke sekolah tersebut, lantaran ijazah anak mereka yang sudah menamatkan pendidikan di sana tak kunjung diterima.
Pengakuan Bellen Munthe Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 Raya, merasa keberatan ketika dirinya yang baru menjabat di sekolah tersebut di demo oleh orang tua siswa.
Menurutnya hal tersebut adalah tanggung jawab dari kepala sekolah sebelumnya yaitu Drs Jonta Bermansius Purba MSi yang kini menjabat sebagai kepala sekolah SMPN 1 Raya, karena dialah yang menjabat dan bertanggung jawab di masa itu.
Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada Jonta, Sabtu (20/06/2020) menerangkan bahwa hal tersebut terkendala pada seorang guru berinisial DTS saragih yang bertugas untuk mengisi ijazah mengalami sakit dan sempat opname sehingga ijazah terkendala hingga saat ini.
Namun, Jonta mengatakan ijazah sudah bisa di ambil senin depan sembari mengakhiri konfirmasi.
Menurut Bellen Munte yang kini menjadi kepala sekolah SMPN 3 Raya bahwa biasanya blanko sudah turun bulan Agustus dan selesai dibagikan Desember kepada siswa.
Hal ini menunjukkan bahwa kejadian ini bisa dikatakan kelalaian dari kepala sekolah yang dinilai tidak profesional mengemban tugasnya.
[Sagar]






