Gubernur Siapkan Lahan 20 Ha di Kualanamu, Investor Arab Akan Bangun RS Internasional Senilai Rp 4,4 T

Foto Bersama : Foto bersama, dari kiri ke kanan, Mr Sufian, Mr Lau, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Puteri Tujuh, perwakilan investor di Medan, Hermansjah (Foto : Mu/Dok)

Medan, Mediautama.news – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menyambut hangat kesediaan tim investor Malaysia di bawah bendera “H Healthcare Berhad” berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menginvestasikan dana senilai Rp4,4 triliun untuk membangun Rumah Sakit (RS) bertaraf internasional di Sumut.

Pemprov Sumut, akan menyiapkan lahan sedikitnya 20 hektare (Ha), di kawasan Sport Centre City, Desa Sena, Kualanamu, Kabupaten Deliserdang.

Hal itu dikatakan Gubsu ketika menerima kunjungan sekaligus presentasi tim investor Malaysia dipimpin Publick Relation Director “H Healthcare Berhad”, Puteri Tujuh, bersama Excekutif Director Mr Lau, Kamis (1/9/2022), di gedung oval Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan.

Turut mendampingi tim, Mr. Sufian, Mr. Andre Shehab H, serta H. Hermansjah Abdullah, sebagai perwakilan investor di Medan.

Puteri Tujuh mengatakan, menyokong penanaman modal di Sumut, mereka sangat mengharapkan kesediaan pemerintah provinsi menyediakan lahan kosong yang luasnya disesuaikan dengan fasilitas yang akan dibangun, termasuk membantu meluluskan semua perizinan apakah dari Pemprov Sumut atau dari pemerintah pusat.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama ini berhasil, sehingga ke depan banyak lagi agenda investasi di Sumut yang akan kami canangkan,” ujar Puteri Tujuh sembari menyebut perjalanannya di Lubuk Kertang, Langkat, yang sangat membutuhkan investasi untuk membangun penggilingan padi modern, usaha tambak kepiting, garam dan ternak sapi.

Baik Puteri Tujuh maupun Mr. Lau, belum bisa memaparkan apakah bentuk kerja sama dengan Pemprov Sumut dalam bentuk BOT (Building, Operating and Takeover) atau pola kerja sama “G to G” atau formula kerja sama lainnya.

“Nanti kami rumuskan dahulu proposal pembangunan rumah sakitnya. Setelah itu kami kordinasi dengan induk perusahaan di Dubai, bentuk kerja sama yang kita harapkan untuk membangun rumah sakitnya,” ujar Puteri tujuh.

Sementara itu, dalam presentasinya di hadapan Gubernur dan pejabat terkait Pemprov antara lain, Kepala BPKAD, Ismael Sinaga, Plt Kadis Pertanian, jajaran BKPMD, Mr Lau memaparkan jajaran pucuk pimpinan “H Healthcare Berhad” yang sudah membangun belasan rumah sakit internasional di dunia, antara lain di Dubai, Malaysia, China, India, Kamboja termasuk rencana membangun RS di Sumatera Utara, Indonesia.

Rumah sakit dengan ratusan kamar berfasilitas peralatan modern dan canggih itu, kata Mr Lau, akan dilengkapi dengan kegiatan pengajaran (pelatihan) dokter dan perawat serta sejumlah infrastruktur penunjang seperti pusat bisnis dan bagian komersial yang menjadi satu kesatuan dengan rumah sakit bertarap Internasinal itu.

Mr Lau juga menekankan agar “H Healthcare Berhad” dibantu saat pengurusan perizinan yang diperlukan apakah dari Pemprov Sumut atau dari pemerintah pusat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Edy Rahmayadi yang didampingi Staf Ahli Gubernur, Agus Tripriyono, Kepala Biro Perekonomian Naslindo Sirait, Direktur RS Haji Medan Rehulina Ginting melakukan video confrence dari Medan dengan pimpinan “H Healthcare Berhad” Director Mr. Bipul Nazir, di Kuala Lumpur, Malaysia. Semula rencananya Mr Bipul Nazir akan hadir bersama tim “H Healthcare Berhad” di Medan, namun kedatangannya ditunda.

Dalam video conference itu, Gubernur sangat menanti kedatangan Mr. Bipul Nazir, di Medan, untuk membicarakan dan berkordinasi terkait berbagai hal tentang investasi lainnya dan pembangunan RS internasional di Sumatera Utara bernilai 250 million USD-300 million USD atau sekira Rp 4,4 triliun dari perusahaan yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dan India itu.

Gubernur juga mempresentasikan keberadaan Sport Centre City Kualanamu, sebagai kota baru tempat penyelenggaraan even olahraga, di mana pada 2024 Sumut dan Aceh ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

“Di lokasi itu tersedia 600 Ha lahan kosong yag rencananya dibangun stadium utama, sejumlah venue olahraga dan pusat bisnis komersil lainnya, termasuk rumah sakit bertaraf internasional,” kata Edy.

Pada kesempatan itu, kepada pejabat terkait, Gubsu meminta segera menyusun agenda bersama tim H Healthcare Berhad untuk menindaklanjuti proses perizinan dan ketentuan yang harus dipenuhi terkait pembangunan rumah sakit internasional itu.

Gubernur juga mengatakan, proses tindaklanjut penanaman modal asing itu tidak bisa melalui “cakap-cakap” saja, tapi harus benar-benar direspon dengan cepat dan disesuaikan dengan ketentuan berlaku.

“Ayo, para pimpinan dinas terkait segerakan buat pertemuan dan agendakan pertemuan intensif agar Sumut bisa memanfaatkan dana investor yang memang sangat kita butuhkan,” kata Edy. (rel)