Deninteldam I/BB Grebek Lokasi Pengoplosan Pupuk di Medan

Gerebek: Personil Deninteldam I/BB saat melakukan penggerebekan gudang lokasi pengoplosan pupuk yang berlokasi di Jalan Budi Luhur, Kelurahan Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Selasa (7/3/2023) sore.(Foto:Mu/dok)

Medan, Mediautama.news – Satu gudang yang dijadikan lokasi pengoplosan pupuk mencatut berbagai merek berlokasi di Jalan Budi Luhur, Kelurahan Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Selasa (7/3/2023) sore digerebek personil Deninteldam I/BB.

Di dalam lokasi yang ditutupi seng dan di sekeliling gudang dilengkapi kamera CCTV tersebut, petugas mendapati dan menyita ribuan karung pupuk oplosan yang mencatut sejumlah merek terkenal.

Informasi didapat, rencananya, ribuan karung pupuk oplosan ukuran 50 Kg siap edar itu akan dipasarkan di Pekanbaru.

Kepada wartawan Dan BKI-A Deninteldam I/BB Kapten (Inf) Tomy Marcelino mengatakan, pengungkapan dan penindakan itu dilakukan menindaklanjuti pengaduan masyarakat petani yang telah belanja pupuk senilai puluhan juta rupiah, namun ternyata pupuk bermerek berkualitas dan berharga mahal yang dibelinya itu diduga telah dioplos.

Dalam praktiknya, pelaku dengan sengaja mencampurkan pupuk dengan gilingan halus dolomit dan batu bata merah, dengan komposisi 20 persen pupuk asli sementara 80 persen lainnya gilingan batu dolomit dan batu bata merah.

Selain menyita ribuan karung pupuk oplos siap edar, personil Den Inteldam I /BB juga menyita ratusan karung kosong yang mencatut merek terkenal dan belum diisi pupuk oplosan, serta sejumlah mesin jahit karung dan timbangan. Adapun merek pupuk yang dioplos dan dipasarkan itu antara lain, merek Mahkota, Mutiara 16 16 16, MOP Vertalizer NPK 16 16 16 Daun Sawit, Pupuk Ponska serta sejumlah merek terkenal lainnya.

Salah seorang pekerja mengakui pengoplosan bahan pupuk asli yang bermerek itu dilakukan untuk memperbanyak jumlah produksinya. Untuk komposisi campuran pupuk oplosan itu, katanya, pupuk asli dicampur dolomit dan batu bata sebagai bahan pewarna.

Sementara, warga sekitar sudah mencurigai aktifitas di lokasi sejak 10 bulan lalu. Selain itu, warga juga mencium aroma menyengat diduga berasal dari pengoplosan pupuk di rumah tersebut.

Aktifitas bongkar muat dilakukan sekira pukul 22.00-23.00 WIB, yang diangkut kendaraan bernomor polisi luar Kota Medan. Dulunya rumah itu disebut-sebut bekas bengkel mobil yang dirombak setelah sewanya selesai.

Lokasi ini masih dijaga ketat oleh personel Deninteldam I/BB. (r/rel)

Editor: Edward