EKBIS  

Jaguar Land Rover Setop Pengiriman Mobil ke AS Usai Tarif Trump

Jaguar (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Produsen mobil asal Inggris, Jaguar Land Rover, mengumumkan akan menghentikan sementara pengiriman kendaraan ke Amerika Serikat selama satu bulan. Keputusan ini diambil sebagai respons atas kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang dinilai akan berdampak negatif terhadap impor kendaraan.

Penghentian ini terjadi di tengah gejolak yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif besar-besaran pemerintahan Trump, yang mengguncang pasar saham global dan memicu kekhawatiran di industri otomotif.

Presiden Trump telah memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap seluruh mobil asing yang diimpor ke AS, kebijakan yang mulai berlaku pada Kamis. Selain itu, Gedung Putih juga menyatakan rencana untuk mengenakan tarif tambahan terhadap sejumlah suku cadang mobil, yang dijadwalkan paling lambat pada 3 Mei mendatang.

“Saat kami berupaya mengatasi persyaratan perdagangan baru dengan mitra bisnis kami, kami memberlakukan tindakan jangka pendek yang direncanakan termasuk penghentian sementara pengiriman pada bulan April, saat kami mengembangkan rencana jangka menengah hingga jangka panjang kami,” kata juru bicara Jaguar Land Rover, dikutip dari CNBC, Rabu (9/4/2025).

Jaguar Land Rover, yang merupakan salah satu produsen mobil terbesar di Inggris, menggambarkan AS sebagai “pasar penting” bagi merek-merek mewah perusahaan tersebut.

Perang dagang yang meningkat diperkirakan akan berdampak besar pada industri mobil global, terutama mengingat globalisasi rantai pasokan yang tinggi dan ketergantungan yang besar pada operasi manufaktur di seluruh Amerika Utara.

Memang, sejak tarif otomotif Trump mulai berlaku, raksasa mobil telah merespons dengan mengumumkan rencana untuk menaikkan harga, mengenakan biaya impor, menghentikan produksi, dan bahkan memberhentikan staf.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pemerintahnya akan bereaksi dengan “kepala dingin dan tenang” terhadap tarif Trump, dengan negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdagangan potensial dengan AS yang sedang berlangsung.

Selain tarif 25% untuk ekspor mobil, serta produk baja dan aluminium, Inggris termasuk di antara banyak negara yang dikenakan bea masuk dasar 10% minggu ini.(r)

Editor: Edward