Jakarta, Mediautama.news – Hampir 150 bangunan yang diduga menjadi pusat operasi penipuan daring di wilayah perbatasan dengan Thailand dihancurkan oleh militer Myanmar. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya junta militer untuk memberantas kejahatan lintas batas yang selama ini merugikan ribuan orang di kawasan Asia Tenggara.
Menurut laporan The Global New Light of Myanmar, media resmi pemerintah dan dilansir dari CNBC Indonesia, militer menemukan 148 bangunan di kompleks penipuan terkenal tersebut, termasuk asrama, rumah sakit empat lantai, serta kompleks karaoke dua lantai.
“Sebanyak 101 bangunan telah dihancurkan dan 47 sisanya sedang dalam proses pembongkaran,” tulis surat kabar itu pada Minggu, dikutip Senin (10/11/2025).
Kompleks itu diyakini sebagai salah satu pusat penipuan internet terbesar di kawasan, menampung ribuan pekerja yang terlibat dalam skema penipuan asmara dan investasi dengan nilai kerugian mencapai miliaran dolar setiap tahun.
Sebagian pekerja dilaporkan merupakan korban perdagangan manusia. Sementara lainnya bergabung secara sukarela karena tergiur fasilitas mewah dan pendapatan tinggi.
Langkah ini menyusul penggerebekan besar pada Oktober lalu di KK Park, pusat penipuan yang dikenal kejam. Dalam operasi tersebut, lebih dari 2.000 pelaku ditangkap, sementara 1.500 orang melarikan diri ke Thailand. Warga di sekitar perbatasan dilaporkan mendengar ledakan berkala sejak operasi militer dimulai.
Kendati demikian, sejumlah analis menilai tindakan junta bersifat terbatas dan simbolis.
“Penindakan ini tampak lebih ditujukan untuk meredakan tekanan internasional ketimbang menutup seluruh jaringan,” kata seorang pengamat regional kepada AFP.
China, yang selama ini menjadi pendukung utama junta Myanmar, disebut semakin geram dengan maraknya penipuan daring yang menyasar warganya. Namun, junta menghadapi dilema: menindak keras dapat menggerus keuntungan kelompok milisi yang menjadi sekutu penting dalam perang saudara sejak kudeta 2021.
Sebelumnya, kampanye tekanan dari Beijing sempat memaksa Myanmar memulangkan sekitar 7.000 pekerja penipuan pada Februari lalu. Thailand juga memberlakukan blokade internet lintas batas untuk menekan aktivitas sindikat tersebut.
Investigasi AFP sebelumnya mengungkap bahwa jaringan seperti KK Park terus beroperasi dengan menggunakan internet satelit Starlink guna menghindari pemblokiran akses dari Thailand. Menyusul temuan itu, SpaceX selaku perusahaan induk Starlink memutus lebih dari 2.500 terminal satelit di area yang diduga menjadi pusat penipuan Myanmar.(r)
Editor: Besti






