Home / EKBIS

Minggu, 15 Desember 2019 - 12:02 WIB

Respons Luhut Soal Investasi Kendaraan Listrik Jim Yong Kim

Ket Foto : Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Antara)

Ket Foto : Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Antara)

MEDIAUTAMA.CO | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik rencana investasi mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. Menurut Luhut investasi Kim menjadi ‘angin segar’ bagi masa depan industri kendaraan listrik dalam negeri.

Dipaparkan Luhut, Kim memiliki rencana membenamkan investasi pada bidang ‘hidro power’ atau tenaga air untuk kebutuhan pembangkit listrik di Kalimantan Utara, hingga bandara di Tanah Air.

“Jadi mereka melihat Indonesia tempat yang bagus untuk berinvestasi. Karena itu hydro power green energy. Green energi itu kami kaitkan dengan mobil listrik. Jadi semua pas,” kata Luhut di kantornya kawasan Jakarta Pusat, seperti dikutip dari CNN Indonesia.com, Minggu (15/12/2019).

Keinginan Kim pun sudah mendapat ‘restu’ dari Presiden Joko Widodo. Mereka juga sudah melangsungkan pertemuan di Istana Negara pagi tadi.

Baca Juga : Harga Jaringan 5G Bakal Lebih Murah dari 4G

Di sisi lain, pemerintah Indonesia memang tengah bersiap masuk ke era kendaraan listrik. Jokowi pun sudah menerbitkan payung hukum khusus kendaraan tanpa emisi melalui Peraturan Presiden (Perpres) 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Berbasis Listrik untuk Transportasi Jalan.

IKLAN ADS

Sementara itu, pada sektor infrastruktur pengisian listrik kendaraan saat ini juga sudah dibangun PLN di sejumlah titik. Namun, pembangkit listrik PLN ini mayoritas belum menggunakan energi terbarukan. Sedangkan kendaraan saat ini dituntut menggunakan energi baru tanpa emisi gas buang.

Oleh sebab itu, Pembangkit Listrik Tenaga Tenaga Air (PLTU) diharapkan menjadi solusi untuk itu semua.

Sebagai informasi Kim akan berinvestasi di Indonesia melalui Global Infrastructure Partners (GIP) pada 2020. Investasi GIP ini merupakan ekuitas swasta yang berinvestasi dalam proyek-proyek di negara kaya dan berkembang.

Kim bakal berinvestasi senilai US$3 miliar atau sekitar Rp41,9 triliun (asumsi kurs Rp13.982 per dolar AS).

“Tiap tahun katanya mereka mau (investasi) US$3 miliar. Tapi saya bilang tahun berikutnya bertambahlah, US$5 miliar,” kata Luhut, kemarin.

 

[MU/CNN]

Share :

Baca Juga

EKBIS

Tunggu AS-China, Emas Antam ‘Macet’ di Rp752 Ribu per Gram

DUNIA

Gugatan Keluarga Korban ke Boeing Diprediksi Berjalan Lama

EKBIS

Beko Diturunkan Satgas TMMD Kodim 0203/Lkt Buka Badan Jalan

EKBIS

Indosat Akan Bantu Tangani Kasus Pencurian Nomor Seluler Ilham Bintang

EKBIS

CEO Jouska Bantah Tuduhan Cuci Uang

EKBIS

Sri Mulyani Sebut Perang Dagang AS-China Sulit Berakhir di Waktu Dekat

EKBIS

Karyawan Positif Corona, Sampoerna Jaga Keamanan Produk

EKBIS

Peserta Kartu Prakerja Tahun Ini Tak Bisa Ikut Lagi di 2021