Home / DUNIA

Rabu, 22 Januari 2020 - 11:45 WIB

Politikus Iran Gelar Sayembara Rp41 M Demi Bunuh Trump

Ket Foto : Pemakaman perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani. Politikus Iran, Ahmad Hamzeh, menggelar sayembara US$3 juta untuk membunuh Presiden AS, Donald Trump. (HOSSEIN MERSADI / fars news / AFP)

Ket Foto : Pemakaman perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani. Politikus Iran, Ahmad Hamzeh, menggelar sayembara US$3 juta untuk membunuh Presiden AS, Donald Trump. (HOSSEIN MERSADI / fars news / AFP)

MediaUtama |Iran – Seorang politikus Iran, Ahmad Hamzeh, menggelar sayembara berhadiah US$3 juta (sekitar Rp41 miliar) bagi siapa saja yang bisa membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia mengatakan tawaran itu disampaikan sebagai aksi balas dendam atas pembunuhan terhadap seorang perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani (62), akibat serangan pesawat nirawak (drone) AS di Baghdad, Irak, pada 3 Januari lalu.

“Atas nama warga Provinsi Kerman, kami akan membayar US$3 juta secara tunai kepada siapa saja yang bisa membunuh Trump,” kata Hamzeh dikutip kantor berita ISNA, dan dilansir News.com.au, Rabu (22/01/2020).

Hamzeh berasal dari daerah pemilihan Kahnouj, dekat Provinsi Kerman. Kerman adalah kampung halaman dan tempat jasad Soleimani dimakamkan.

Akan tetapi, Hamzeh tidak merinci siapa yang akan membayar hadiah tersebut. Perwakilan AS untuk Konferensi Pelucutan Senjata, Robert Wood, menyatakan sayembara itu konyol.

“Hal itu membuat kita melihat rezim pemerintahan itu (Iran) dikuasai teroris, dan rezim itu harus berubah,” kata Wood dilansir dari CNN Indonesia.com.

Soleimani adalah salah satu tokoh militer di Iran yang sangat berpengaruh. Dia bahkan ikut bertempur di Irak dan Suriah.

IKLAN ADS

Trump mengklaim sengaja menghabisi Soleimani karena dianggap sebagai ancaman bagi AS.

“Kami mengambil keputusan untuk menghentikan perang. Kami tidak bertindak untuk memulai perang,” ujar Trump.

Saat ini pertikaian AS dan Iran semakin meruncing usai tewasnya Soleimani. Iran menyatakan akan membalas dengan serangan di dalam negeri jika AS terus bersikap agresif.

AS juga terus memperkuat pasukan di Timur Tengah untuk menghadapi ancaman Iran, dan menjaga pasokan minyak. 

 

(MU/CNN)

Share :

Baca Juga

DUNIA

Penusukan di Birmingham, Satu Tewas dan Tujuh Orang Terluka

DUNIA

AS Tolak Klaim China di Laut China Selatan, Tiongkok Panas

DUNIA

Israel Kwatir dengan Program Nuklir Arab Saudi

DUNIA

Lima Negara Sambut Baik Gencatan Senjata Afghanistan dan Taliban

DUNIA

60 Juta Pekerja Eropa Terancam Potong Gaji Hingga PHK

DUNIA

10 WNI di India Jalani Tes Kesehatan Virus Corona

DUNIA

Aktif di Medsos, Media China Juluki Pejabat Prajurit Serigala

DUNIA

Obama Anggap Penanganan Corona ala Trump Sebagai Bencana