HUKUM  

Cemburu pada Aspri Suaminya, Zuraidah: Kau Alasanku Sakit Hati dan Bunuh Korban 

Ket Foto : Asisten Pribadi Alm Hakim Jamaluddin, Cut Rafika Lestari saat memberikan keterangan di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan.

MediaUtama | Medan – Dalam Sidang lanjutan perkara pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, terkungkap kecemburuan istri Jamaluddin, Zuraida pada Asisten Pribadi (Aspri) suaminya.

Pada sidang yang digelar Jumat, (24/04/2020) di ruang Cakra 8 tersebut, asisten pribadi Alm Hakim Jamaluddin, Cut Rafika Lestari hadir sebagai saksi.

Zuraida bahkan menyebut, Cut Rafika menjadi salah satu alasan ia membunuh suaminya sendiri.

“Kau inilah alasanku sakit hati dan membunuh korban,” kata terdakwa Zuraida melalui video teleconference sembari menangis.

Zuraida Hanum menyebutkan sebagai asisten pribadi suaminya, Cut Rafika dinilai memiliki hubungan yang terlalu dekat.

“Dia itu pernah mem-video call Jamal, saya pernah melihatnya,” kata Zuraida.

Saat dikonfrontir oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik, Cut Rafika menyangkalnya.

“Apakah benar yang disampaikan oleh terdakwa tersebut?” tanya Erintuah.

Menjawab hal itu, Cut Rafika Lestari mengatakan, saya tidak ada video call dengan pak Jamal.

“Kamu yang betul, ini di BAP juga dijelaskan Zuraida, dia pernah melihat anda video call pada malam hari,” tanya Erintuah lagi.

Cut Rafika Lestari menjawab, ”Saya tidak pernah video call larut malam, saya pastikan ga ada. Karena jam 9 saya sudah tidur.”

Hakim dengan nada tinggi menyatakan bahwa malam itu adalah mulai pukul 19.00 wib bahwa itu sudah disebut malam.

Ket Foto : Terdakwa Zuraida Hanum (monitor kiri) dan kedua terdakwa ‘eksekutor’ M Reza Fahlevi dan M Jefri Pratama (bawah).

“Jadi, dari jam 7 itu kau ada video call ga sama Jamal?” tanya Erintuah.

Kemudian Cut Rafika Lestari menyatakan tidak tahu.

Mendengar jawaban Cut Rafika Lestari, hakim anggota Imanuel Tarigan meminta Jaksa menyelidiki hal tersebut, dikarenakan ada kejanggalan yang terjadi.

“Kasih nomormu ke pak Jaksa, nanti di lacaknya itu perbincangan kalian,” kata Imanuel.

Cut Rafika Lestari menyerahkan nomor handphonenya dan nomor handphone almarhum Jamaluddin kepada Jaksa untuk ditindak lanjuti.

Cut Rafika Lestari mengaku menjadi asisten pribadi almarhum Jamaluddin sejak Maret 2019.

“Saya bekerja dengan almarhum sejak bulan Maret tahun lalu, dan saya kenalnya sejak Januari saat masih bekerja dengan Yusman Harefa selaku Panitera Muda Pidana,” kata Cut Rafika Lestari saat memberikan keterangan.

Saat ditanyakan Hakim, bagaimana awal mula bekerja dengan korban, Cut Rafika Lestari menjawab dikarenakan dirinya sudah digantikan saat mengurus orang tuanya yang sakit di kampung.

“Saat itu mama saya sedang sakit, maka saya balik ke kampung. Seminggu saya di kampung, saya dapat kabar bahwa sudah ada yang menggantikan saya,” jelas Cut Rafika Lestari.

Kemudian ditanyakan Hakim, mengenai Cut Rafika Lestari pernah mengerjakan pekerjaannya di atas meja almarhum, Cut Rafika Lestari menjawab pernah dan hanya sesekali saja.

Selanjutnya Jaksa bertanya pada Cut Rafika Lestari soal Zuraida pernah menegur saksi saat sedang bekerja dengan suaminya.

Cut Rafika Lestari mengatakan bahwasanya pernah sekali dirinya dikatakan Zuraida agar jangan terlalu dekat secara pribadi pada korban.

“Iya pernah, waktu itu saya sedang di ruangan sendiri, dan ibu (Zuraida) datangi saya dan mengatakan jangan terlalu dekat secara pribadi dengan bapak (korban),” katanya.

Kemudian dinyatakan Jaksa, bahwa sebenarnya terdakwa Zuraida Hanum memiliki rasa cemburu terhadap saksi yang bekerja sebagai asisten pribadi korban.

“Oh, jadi cemburu. Aku baru tahu. Kalau gitukan seharusnya bisa dibilang terdakwa samaku,” ujar Cut Rafika Lestari.

Usai mendengar penjelasan Cut Rafika Lestari, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik memberikan kesempatan kepada saksi lain untuk memberikan keterangan.

Sementara mengutip dakwaan, terdakwa Zuraida disebut-sebut sebagai insiator pembunuhan hakim Jamaluddin. Dibantu kedua terdakwa M Jefri Pratama dan Reza.Fahlevi dijalankan skenario seolah korban meninggal akibat serangan jantung.

Korban yang tengah tertidur lelap di kamar tidur lantai II rumahnya Perumahan Royal Monaco, Medan Johor, Jumat dini hari (29/11/2019) silam dibekap. 

Jasad Jamaluddin, Jumat menjelang siang tidak sengaja ditemukan warga terbujur kaku di lantai belakang jok kemudi mobil yang biasa dikemudikannya Toyota Prado BK 77 HD di areal kebun sawit Dusun II, Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru. 

(MU-06)