Kepsek SMPN Mengeluh, Dinas Pendidikan Simalungun Diduga Gelembungkan Harga Spanduk PSB dan Kalender

MediaUtama | Simalungun – Kepala Bidang (Kabid) Pembina Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Orendelina Lingga diduga melakukan pengadaan kepada setiap sekolah SMP dengan memaksa kepada para Kepala Sekolah (Kepsek) menerima spanduk PSB dan Kalender.

Seperti pengakuan salah satu Kepsek di Kecamatan Raya. Ia mengatakan kami selalu dipaksa untuk menerima kalender dan juga spanduk Penerimaan Siswa Baru (PSB) dari ibu Orendelina Lingga yang harganya digelembungkan hingga 50 persen.

“Tadi baru saja saya dihubungi melalui telepon seluler oleh Rani Purba yang merupakan staf pribadi Orendelina Lingga untuk menagih uang spanduk yang harganya Rp300 ribu, tuturnya kepada MediaUtama saat ditemui di kantornya. Rabu (01/07/2020).

Kepala Sekolah (Kepsek) yang tidak ingin namanya dipublikasikan mengaku bahwa setiap tahun ajaran baru mereka selalu dikumpulkan untuk berunding.

“Dan setelahnya, kami diwajibkan untuk menerima kalender dan spanduk PSB yang harga satu keledernya/ spanduknya senilai Rp300 ribu dari kabid tersebut bahkan tanpa berfikir panjang, mereka selalu menggelembungkan harga hingga 50 persen,” bebernya.

Sementara itu, Kabid Pembina SMP Orendelina Lingga saat dikonfirmasi, Rabu (01/07/2020) melalui telepon seluler belum menjawab meski nada dering aktif terdengar.

Sebelumnya, Selasa (30/06/2020) ketika kru MediaUtama datang menemui Orendelina guna mempertanyakan terkait informasi yang beredar di lapangan tentang pengadaan spanduk dan juga kalender.

Ket Foto : Kepala Bidang (Kabid) Pembina Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Orendelina Lingga.

Sayangnya Orendelina Lingga justru dengan angkuh mengatakan agar kru MediaUtama untuk menelusurinya.

“Silahkan kau telusuri dulu informasi itu nanti kalau kau sudah menemukannya baru kita bicara,” tutur Orendelina.

Dari penuturannya kuat dugaan bahwa Orendelina sudah berkoordinasi dengan pimpinan hingga tidak ada tampak kekuatiran dari wajahnya. Bahkan Orendelina sempat menyarankan agar melapor kepada Kadis Pendidikan, Elfiani Sitepu SPd, M.PD.

Saat dihubungi Elfiani guna meminta tanggapan terkait persoalan tersebut (30/07/2020) Namun tidak direspon
Panggilan telepon seluler yang berulang-kali dilakukan tidak dijawab meski nada dering aktif terdengar bahkan pesan singkat yang dilayangkan juga belum menjawab hingga pemberitaan diterbitkan.

[Sagar]