Proyek Rp11 Miliar Milik Pemprovsu di Simalungun Diduga Asal Jadi

MediaUtama | Simalungun – Proyek pekerjaan konstruksi pada UPT PI Bah Bolon Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara senilai 11 miliar di jalan Raja Hombang-Tanjung Mangaraja diduga dikerjakan asal jadi.

Amatan MediaUtama, Rabu, (22/07/2020), pekerjaan Irigasi Raja Hombang dengan kondisi ambruk sepanjang kurang lebih 20 meter. Irigasi tersebut mengairi persawahan seluas 2.045 hektar yang meliputi pekerjaan irigasi Hombang kanan, pekerjaan irigasi Hombang kiri dan pekerjaan lainnya.

Bahkan, pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Lintong Bangun Makmur baru 2 bulan selesai dikerjakan yakni pada bulan Mei tahun 2020 telah ambruk.

Surung Gultom selaku Pengawas dari UPT Bah Bolon saat dikonfirmasi mengatakan “Pekerjaan itu sudah diperbaiki dan untuk informasi lebih lengkapnya silahkan hubungi Pak Tambunan selaku Humas saja,” ujarnya.

Terpisah, Humas yang mengaku bermarga Tambunan menerangkan bahwa pekerjaan itu sudah diperbaiki. “Pekerjaan itu dikerjakan oleh masyarakat setempat tanpa memasang pondasi dinding pasangan saluran irigasi,” terangnya.

Sementara itu, Kasirun selaku Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) saat ingin ditemukan di Kantor UPT Bah Bolon di Jalan Asahan, KM 4 tepatnya di seberang Kantor Korem guna konfirmasi agar menyajikan pemberitaan seimbang, namun belum bisa bertemu.

“Kami tidak memperbolehkan pihak dari manapun untuk masuk ke kantor ini, dengan alasan COVID – 19 dan juga menutup seluruh pintu masuk kedalam kantor baik dari samping, depan dan belakang,” kata Pegawai UPT.

Sebelumnya, menurut keterangan dan hasil investigasi di lapangan pekerjaan tersebut dikerjakan oleh seseorang berinisial SS, rekanan yang diduga sebagai penguasa proyek UPT SDA Provinsi Sumatera Utara.

Sedangkan keadaan dilapangan, saat ini pekerjaan yang telah ambruk tersebut diduga diperbaiki dengan secara tambal sulam tanpa mengulang kembali pekerjaan dari awal dan di kuatirkan pekerjaan tersebut akan mengalami kerusakan atau tumbang kembali.

Dikarenakan mengingat pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak yang sama tentu dengan mutu dan kualitas yang sama pula.

[sagar]