Home / KORUPSI

Kamis, 6 Agustus 2020 - 20:31 WIB

Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Bank Sumut, Majelis Hakim Tipikor Tegur Jaksa Kejatisu

Ket Foto : Para saksi saat memberikan keterangan secara teleconference  dalam sidang lanjutan dugaan korupsi Bank Sumut.

Ket Foto : Para saksi saat memberikan keterangan secara teleconference dalam sidang lanjutan dugaan korupsi Bank Sumut.

MediaUtama | Medan – Dua penuntut Tipikor Kejatisu terlihat salah tingkah ketika Ketua Majelis Hakim Tipikor, Sriwahyuni menanyakan status Sei Ling yang menjadi kasus penjualan surat berharga berupa Medium Tern Notes (MTN) milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) kepada Bank Sumut melalui PT MNC Sekuritas senilai Rp202 Milyar.

Sei Ling yang merupakan Mantan Manajer Finace PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) ternyata banyak menyimpan rahasia bahkan dalam kesaksian untuk kedua terdakwa yakni Mantan Pemimpin Divisi Treasur Bank Sumut, Maulana Akhyar Lubis dan Mantan Direktur Kapital Market pada MNC Sekuritas, Andri Irvandi juga banyak keganjilan soal sukses fee yang nilai mencapai Rp3 Milyar lebih dalam setiap tahapan dari tiga kali transaksi di Bank Sumut.

Karena banyak mengetahui dan ikut dalam penerbitan MTN, majelis hakim tipikor kaget bahwa status Sei Ling hanya sebagai saksi dan bukan tersangka.

“Kok sebagai saksi, kenapa tidak tersangka,? tanya Ketua Majelis Hakim kepada kedua penuntut umum Robertson dan Hendri Sipahutar, dimana keduanya hanya terdiam.

Bahkan ketika penasehat hukum kedua terdakwa menanyakan tentang salinan atau bukti transfer sukses fee, lagi-lagi jaksa tidak bisa menunjukan hal tersebut karena hal ini sangat penting dalam mengungkap kasus korupsi yang didakwaan oleh penuntut umum.

Sebab Sei Ling dalam persidangan juga mengaku memerintah Anita Susanto yang merupakan Mantan Asisten agar membuat list piutang dan Mtn kepada Wahyu.

Bahkan Sei Ling dan Anita Susanto yang kini berstatus sebagai narapidana dan menjalani masa hukuman di Rutan Pondok Bambu tersebut, mengaku bahwa pihak MNC lah yang menawarkan sanggup menjual MTN kepada pihak lain.

Sei Ling dalam kesaksian secara online, menyebut Bambang, Dadang dan James dari pihak MNC Sekuritas yang menawarkan MTN yang kemudian diketahui adalah Bank Sumut.

IKLAN ADS

Tapi Sei Ling pun juga mengaku bahwa kondisi SNP semenjak 2016, sudah defisit dan ia pun tidak mengelak kalau Anita pernah menyampaikan kondisi perusahaan yang bergerak dalam pembiayaan perlengkapan rumah tangga tersebut.

Terungkap juga bahwa PT SNP pun ternyata bermasalah dalam pembayaran kredit di Bank Panin Rp191 Milyar dan Bank Mandiri senilai Rp1,2 Trilyun. Namun hal ini pun dirahasiakan oleh pihak SNP.

Uniknya lagi, saksi Anita terlihat emosi saat dicecar soal pertemuan di Belmont Hotel. Karena ia tidak pernah tahu akan tetapi soal ia menerima perintah membuat list piutang itu dibenarkannya.

Sementara itu, saksi kedua pengacara meminta jaksa bisa menghadirkan transaksi pembayaran pembelian surat berharga dan sukses fee.

Mendengar itu, majelis hakim lagi-lagi mengingatkan penuntut umum agar bisa menghadirkan bukti transaksi tersebut.

Usai mendengarkan keterangan saksi maka majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

 

[MU-01]

Share :

Baca Juga

KORUPSI

Lagi Tidur Nyenyak, DPO Perkara Korupsi Tak Berkutik Saat Diringkus Intelijen Kejatisu

HUKUM

Korupsi Rp1,5 M Renovasi Sirkuit Atletik, KPA Disporasu dan Rekanan Junaidi Diadili

KORUPSI

Hingga Juli 2020, Bidang Datun Kejatisu Selamatkan Uang Negara Rp 107 Miliar

HUKUM

Kasus Suap, Mantan Kasubbag Protokoler Pemko Medan Divonis 4 Tahun Penjara

KORUPSI

Diperiksa 5 Jam Terkait Dana Covid-19, Kepala BPKAD Medan Irit Bicara

KORUPSI

Kembalikan Kerugian Negara, JPU Tunda Tuntutan Terhadap Terdakwa Kades dan Sekdes Sukanalu

HUKUM

Kasus Suap Walikota Medan, Saksi Yakin Samsul Fitri Berani Minta Sejumlah Dana Atas Instruksi Eldin

KORUPSI

Kasus Pungli di Proyek RSUD Labuhanbatu, Plt Kadis Perkim dan Stafnya Dituntut 18 Bulan Penjara