Diduga Buang Limbah ke Sungai, Warga Minta DLH Rohul Tindak Tegas PKS PEU

MediaUtama | Rokan Hulu – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Padasa Enam Utama (PEU) Kebun Kalsa yang beralamat di Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau diduga telah mencemari lingkungan sekitar.

Pasalnya, aliran air sungai Lo yang sebelumnya menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar, saat ini diduga sudah tercemar oleh limbah PKS (Pabrik Kelapa Sawit) PT.Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Satu.

Diduga kuat, limbah pengolahan kelapa sawit itu sengaja dibuang oleh management perusahaan. Hal itu terbukti, ditemukannya Parit pembuangan limbah dari kolam penampungan pabrik, menuju aliran sungai Lo tersebut.

“Sungai itu, sebelumnya menjadi sumber air bersih bagi kami, dan sejak PKS itu beroperasi, air sungai yang dulunya bening berubah menjadi keruh kehitaman,” ujar salah seorang warga sekitar, kepada Awak mediautama.news, Sabtu (08/08/2020).

Bahkan kata sumber, kejadian pencemaran tersebut sudah berlangsung lama. “Tidak hanya untuk mandi dan mencuci pakaian saja namun Sungai tersebut adalah sumber air bersih untuk warga setempat,” ujarnya.

Tidak itu saja, warga setempat juga mengeluhkan adanya bau tidak sedap dan menyengat yang dihasilkan pabrik tersebut. Terutama saat angin berhembus ke arah rumah mereka. 

“Ini sudah sangat meresahkan kami. Jika terus didiamkan, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi kami. Maka dari itu, kita minta pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup untuk dapat mengambil langkah tegas,” tutup warga dengan nada tinggi.

Ketua RT. 24 Bumi Asih Heri, membenarkan adanya parit dari arah pabrik PKS KALSA yang menuju ke dalam sungai tersebut. 

“Benar ada parit dari arah pabrik yang sengaja diarahkan ke sungai tersebut dan kami sangat merasa terganggu dengan keberadaan limbah tersebut, selain aromanya sangat berbau kami juga tidak bisa memanfaatkan Air Sungai itu lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Management PKS Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Satu melalui Kepala Tata Usaha (KTU) membenarkan Hal tersebut dan berjanji akan segera melakukan perbaikan.

“Ya kita pihak management bukannya membiarkan atau sengaja membuang ke sungai, tapi itu merupakan rembesan dari kolam limbah kita. Dan pihak kita berjanji akan segera melakukan perbaikan,” pungkasnya.

 

[Dendy]