MediaUtama | Simalungun – Seorang pria yang diduga oknum TNI terlibat adu mulut dengan warga Nagori (Desa) Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi di Lahan HGU PTPN IV, Kabupaten Simalungun, Jumat (18/09/2020).
Di lokasi tersebut tampak seorang pria memakai topi hitam dengan pakaian loreng hijau tampak emosi. Pria tersebut marah kepada seorang warga yang mempertanyakan tentang legalitas oknum tersebut dengan keberadaanya di lokasi HGU PTPN IV tersebut.
“Ini KTA ku, An**ing, berani kali kau tanya itu sama Aparat,” ujar Oknum TNI.
“Kau bilang An**ing sama ku,” kata warga. “Berani kau sama Aparat,” timpal oknum tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, sebanyak 147 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat Nagori (Desa) Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun aduh mulut dengan petugas keamanan di Lahan HGU PTPN IV Kabupaten Simalungun. Jumat (18/09/2020).
Aksi protes warga ini dipicu atas dugaan penyerobotan lahan HGU PTPN IV yang terjadi sejak 13 Agustus 2020. Warga diduga menanami lahan HGU PTPN IV itu dengan tanaman jagung, pisang dan ubi kayu.
Masyarakat menjelaskan areal HGU PTPN IV ini terletak di Afdeling II, di Blok 95 seluas 85 hektar di lahan yang merupakan areal tanaman ulang (replanting) yang diakui mereka lahan tersebut adalah milik mereka dahulu sejak dari orangtua mereka sudah menguasai lahan tersebut.
Sedangkan sebagai informasi, unit Kebun Bah Jambi adalah salah satu dari 29 kebun kelapa sawit yang dikelola PTPN IV. Secara administratif Kebun Bah Jambi terletak di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dan Kecamatan Tanah Jawa.
Santun Siallagan seorang warga yang cekcok dengan oknum TNI di lokasi menjelaskan kegaduhan antara dirinya dan oknum TNI itu bermula saat masyarakat adu mulut dengan oknum tersebut karena kegaduhan tersebu.
“Saya mencoba mempertanyakan KTA (Kartu Tanda Anggota) oknum berinisial J, namun oknum tersebut memaki saya dengan mengatakan “Ini KTA ku an**ng, berani kali kau tanya itu sama aparat,” sembari memperlihatkan sebuah kartu,” ucap Santun menirukan kata oknum tersebut.
Sementara itu, Edi Harianto selaku Manajer PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler belum bisa dihubungi, pasalnya nomor tersebut memblokir semua panggilan masuk.
Begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Edi belum membalas hingga berita ini dikirim ke redaksi.
[Sagar]






