MediaUtama | Medan – Meski telah dijatuhi vonis hukuman, para tahanan yang seyogianya menjadi warga binaan lapas/rutan hingga kini masih menumpuk di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mapolrestabes Medan.
Kondisi tersebut terungkap berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Tim Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut di RTP Polrestabes Medan, Selasa, (3/11/2020) sore.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut, Abyadi Siregar didampingi Asisten Ombudsman James Panggabean, Ricky Huatahean dan Ainul Mardiyah mengatakan, sidak yang dilakukan berkaitan tindaklanjut upaya monitoring dari adanya Surat Menteri Hukum dan HAM nomor surat Menkumham RI No M.HH.PK.01.01.01.04 tentang penghentian pengiriman tahanan ke Rutan dan Lapas.
“Nah dampak dari hal itu kemudian mengakibatkan pembludukan di Rumah Tahanan Polisi. Kita dari ombudsman sejak Mei lalu sudah melakukan kajian tentang ini, dan memang kondisi di lapangan seperti yang kita lihat sudah sangat memprihatinkan,” ujar Abyadi Siregar yang didampingi Kasat Tahti, Kompol Robinson Simatupang beserta asisten Ombudsman RI Perwakilan Sumut di mapolrestabes Medan.

Lebih lanjut dijelaskan Abyadi, dalam sidak tersebut ia dan Tim menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan dalam RTP mapolrestabes Medan. Selain over kapasitas, banyaknya jumlah tahanan yang ada juga membuat kondisi lingkungan RTP rentan berdampak buruk bagi kesehatan.
“Tiga menit saja di dalam sudah keringat betul, sangat pengap dan tidak nyaman. Saya kira meski mereka ini pelaku kejahatan, tapi mereka juga punya hak yang harus dilindungi. Kita ingin membantu mereka agar segera dikirim ke Lapas. Terlebih ada tahanan yang sudah vonis tapi belum dikirim ke lapas yang sebenarnya juga merupakan hak mereka,” ketusnya.
Ditanya lebih jauh tentang rekomendasi terkait solusi hal tersebut, Abyadi Siregar mengaku masih berubaya melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasinya.
“Kita masih terus berupaya berkoordinasi dengan semua pihak untuk membahas bagaimana cara mengatasinya. Kasihan para tahanan ini,” tandasnya.
Abiyadi menambahkan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan terkait rencana Swab para tahanan jika diperlukan agar bisa segera dikirim ke Lapas dan Rutan.
[MU-06]






