Home / SUMUT

Minggu, 8 November 2020 - 23:33 WIB

Menhub bersama Gubernur Sumut Tinjau Pembangunan Jalur KA Program Padat Karya

MediaUtama | Deli Serdang –  Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau Stasiun Kereta Api Medan dan Stasiun Lubuk Pakam Deli Serdang, terkait Program Padat Karya yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Sumatera Bagian Utara (BTP Sumbagut), Minggu (8/11/2020).

Menhub mengatakan, pembangunan jalur Kereta Api Lintas Stasiun Araskabu – Stasiun Siantar dan seterusnya diharapkan dapat memberikan pelayanan yang nyaman dan aman pada masyarakat.

Medan sebagai stasiun pusat di Sumut akan menjadi aglomerasi (pemusatan) jalur Kereta Api di beberapa daerah. Nantinya, Stasiun Medan juga akan sama seperti stasiun yang ada di Jakarta.

“Jalur Kereta Api yang diatur dari Medan ini harus lebih baik, sehingga semua rakyat kita, masyarakat Medan dan sekitarnya mayoritas menggunakan angkutan massal ini,” ucap Budi Karya Sumadi di Stasiun Lubuk Pakam, bersama Gubernur Edy Rahmayadi dan Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan.

Baca Juga :  Tinjau Banjir di Tebing Tinggi, Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Cepat

Hadir dalam peninjauan tersebut Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Vice Presiden PT KAI Divre I Sumut Daniel Johannes Hutabarat, Kadishub Sumut Abdul Haris Lubis serta pejabat terkait lainnya.

Pada kunjungan itu, Budi Karya melihat seluruh progres pembangunan jalur dan stasiun. Hingga bulan Oktober 2020, program ini telah menyerap sebanyak 833 orang tenaga kerja dengan rincian untuk proyek Pembangunan Jalur KA Segmen Rantau Prapat – Pondok S2 sebanyak 180 orang, proyek Peningkatan Jalur KA Lintas Araskabu – Tebing Tinggi – Siantar sebanyak 341 orang, proyek Peningkatan Jalur KA lintas Medan – Binjai sebanyak 174 orang, dan proyek Pembangunan Jalan KA antara Langsa – Besitang sebanyak 138 orang.

Baca Juga :  Tinjau Banjir di Tebing Tinggi, Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Cepat

Budi Karya menyatakan proyek strategis nasional di wilayah kerja BTP Sumbagut ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2021. Kesempatan itu, Budi Karya juga mengingatkan pada seluruh pegawai stasiun Kereta Api untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Secara simbolis ia juga menyerahkan bantuan masker dalam kegiatan tersebut.

IKLAN ADS

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam kesempatan itu mengatakan kepada Menhub Budi Karya Sumadi mengenai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang akan menata dan mengembalikan kawasan Lapangan Merdeka yang berada di depan Stasiun Kereta Api Medan seperti semula, yakni sebagai situs dan ikon Kota Medan.

Baca Juga :  Tinjau Banjir di Tebing Tinggi, Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Cepat

“Kita akan kembalikan dan rapikan seperti semula, bahwa lapangan ini adalah situs di Kota Medan. Para pedagang akan segera kita pindahkan,” ucap Edy Rahmayadi.

Menurut Edy, hal ini perlu dilakukan guna memperindah Kota Medan, dimana Lapangan Merdeka yang memiliki lokasi strategis di tengah kota merupakan wajah dari ibukota di Sumut. Dengan penataan ini nantinya diharapkan akan menjadikan Kota Medan yang cantik, bersih dan rapi serta bermartabat.

Usai mengunjungi Stasiun Lubuk Pakam menggunakan kereta api, Budi Karya Sumadi berasama Edy Rahmayadi dan rombongan kembali melanjutkan kegiatan selanjutnya groundbreaking pembangunan terminal Amplas Medan.

[MU/HSA]

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Jalur Mudik Natal dan Tahun Baru Rawan Putus di 5 Titik Ini

BERITA UTAMA

FORMAKSIS: Wali Kota ke Cina Pengen Sembuh, Sekda jangan Lagi Berleha-leha!

BERITA UTAMA

ILAJ: Pemberhentian Kepsek MTSN 2 Simalungun Cacat Hukum, Sakoanda Siregar Diberi Waktu 3×24 Jam.

SEKITAR KITA

Berikan Rasa Aman dan Nyaman Tiga Pilar Kecamatan Medan Helvetia Patroli Bersama

BERITA UTAMA

Wali Kota Wajib Utamakan Rekomendasi Sekda

BERITA UTAMA

Pemko Medan Siap Mendukung PN Medan Gelar Peradilan Ringan di Kantor Kecamatan

SUMUT

Kelurahan Anggrung Juara Lomdeskel Terbaik Tingkat Regional I Sumatera 2019

BERITA UTAMA

Klop! Simalungun Mayoritas Keluhan Petani hanya soal Kelangkaan Pupuk Subsidi