Home / KORUPSI

Kamis, 19 November 2020 - 22:56 WIB

Kasus Pungli di Proyek RSUD Labuhanbatu, Plt Kadis Perkim dan Stafnya Dituntut 18 Bulan Penjara

MediaUtama | Medan –  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Labuhanbatu Paisal Purba (42) dan Zefri Hamsyah (43) selaku PNS Staf di Bagian Umum Dinas Perkim Labuhanbatu masing-masing dituntut 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara di ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Paisal Purba dan terdakwa Zefri Hamsyah dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara,” ujar JPU Hasan Afif Muhammad di hadapan majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata, Kamis (19/11/2020).

Selain pidana penjara, JPU juga membebankan para terdakwa membayar denda sebesar Rp50 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan 3 bulan kurungan.

JPU menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 11 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

“Yakni yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya” ujar JPU.

Dalam nota tuntutan JPU, hal yang memberangkatkan kedua terdakwa karena karena tidak sejalan dengan program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Sedang hal meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum,” ujar JPU.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari para terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaannya JPU menjelaskan, bahwa perkara tersebut bermula dari saksi Ilham Nasution sebagai pelaksana pekerjaan di bawah PT. Telaga Pasir Kuta, yang mengerjakan paket pekerjaan pembangunan gedung di Rumah Sakit Umum Daerah Rantau Prapat di Labuhan batu Tahun Anggaran 2019.

IKLAN ADS

Bahwa selanjutnya sekitar bulan Desember 2019 pada saat pekerjaan tersebut masih berlangsung, saksi Aidil  selaku adik kandung Bupati Labuhanbatu, menyuruh terdakwa Paisal Purba, untuk meminta uang kepada saksi Ilham Nasution sebagai maksud dari uang partisipasi, dari hasil pekerjaan untuk kelanjutan pekerjaan berikutnya di tahun 2020.

“Bahwa setiap terdakwa Paisal Purba menagih janji uang partisipasi yang akan diberikan oleh saksi Ilham Nasution, terdakwa Paisal Purba juga menyampaikan jika janji tersebut tidak ditepati maka dalam pengajuan pencairan pembayaran progress pekerjaan 100 % akan dipersulit,” kata JPU. 

Dikarenakan saksi Ilham Nasution merasa janji yang semula hanya ingin memberikan uang partisipasi Rp 500 juta, akan tetapi oleh terdakwa diminta menjadi Rp 2 milyar, selanjutnya  saksi Ilham Nasution melapor ke pihak yang berwajib yaitu Polda Sumut.

“Selanjutnya pada tanggal 2 Maret 2020, saksi Ilham nasution telah berada di cafe Millenial dan sekira jam 13.30 wib saksi Ilham Nasution menelpon terdakwa Faisal Purba untuk bertemu akan tetapi terdakwa mengatakan bahwa anggotanya yaitu Zefri Hamsyah yang akan menghubungi dan menjumpai saksi Ilham Nasution,” kata Jaksa.

Tak berapa lama kemudian datang anggota terdakwa Paisal Purba yaitu Zefri Hamsyah, menjumpai saksi Ilham Nasution untuk mengambil titipan berupa uang tunai sejumlah Rp 40 juta dan cek tunai senilai Rp. 1.445.000.000. 

“Bahwa perbuatan terdakwa bersama-sama dengan terdakwa Zefri Hamsyah menerima uang sebesar Rp 40 juta dan satu amplop warna putih didalamnya satu lembar cek dengan Jumlah tertera sebanyak Rp. 1.445.000.000, tidaklah dapat dibenarkan. Adapun tujuan terdakwa dan terdakwa  Zefri Hamsyah menerima hadiah berupa uang dari saksi Ilham Nasution untuk kepentingan kedua terdakwa,” pungkas JPU.

[MU-01]

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kadis Kesehatan Edwin Effendi Asyik Selfie di Sidang Kasus Dugaan Suap Dzulmi Eldin

KORUPSI

Rugikan Uang Negara Rp508 Juta, Terdakwa Deandls Sempat DPO 5 Bulan Jalani Sidang Perdana

KORUPSI

Otak Pelaku Korupsi BRI Katamso Deandls Hanya Divonis 1,5 Tahun, Pelaku Lain Divonis 4 Tahun Penjara

HUKUM

Soal Skandal Jaksa JS, Aswas Kejati Riau Masih Bungkam

HUKUM

Kasus OTT Eldin, KPK Hadirkan Sekda Pemko Medan di Persidangan

KORUPSI

Kasus Korupsi E-Katalog di Dinas Infokom Siantar, Giliran Direktur PT TNC Dihadirkan di Persidangan

KORUPSI

Lagi Tidur Nyenyak, DPO Perkara Korupsi Tak Berkutik Saat Diringkus Intelijen Kejatisu

KORUPSI

Ini Reaksi KPK Terkait Bebasnya Mantan Menkes Siti Fadilah dari Penjara