Niat Konfirmasi, Wartawan Dikeroyok di CUBE

  • Bagikan

MediaUtama I Medan – Momen lebaran tampak menjadi alasan tersendiri bagi pengusaha hiburan malam untuk buka atau beroperasi, seperti halnya CUBE salah satu tempat hiburan malam di Kota Medan.

Namun akibat beroperasinya diduga mengangkangi sejumlah aturan pemerintah, hal itulah yang membuat wartawan media ini hendak melakukan konfirmasi. Sesuai informasi dan amatan, CUBE beroperasi hingga subuh (foto), meski masa pemberlakuan PPKM masih berlaku hingga 17 Mei 2021 akibat Covid-19 yang masih parah. Sabtu (15/05/2021).

Saat tiba di lokasi CUBE, awak mediautama.news pun mencoba menghubungi nomor whatsapp diketahui milik menejer CUBE, yang akrab dipanggil dengan nama Heru. Namun sekian lama menunggu, jawaban tidak didapat dan malah nomor kontak awak mediautama.news diblokir.

Mengetahui nomor whatsappnya telah diblokir, awak media ini pun memutuskan untuk pulang. Namun beberapa saat setelah diperjalanan pulang, awak mediautama.news mendapat pesan dari sang menejer, karena terakhir kali awak mediautama.news (sebelum beranjak pulang) sempat menghubungi sang menejer dengan nomor whatsapp yang belum diblokir oleh Heru (menejer tersebut).

Dalam pesan yang diterima awak mediautama.news, Heru meminta agar awak mediautama.news kembali ke lokasi CUBE untuk bertemu dengannya langsung.

Tanpa menaruh curiga, awak mediautama.news pun kembali ke CUBE. Benar saja, di depan CUBE tepatnya sudut kanan lokasi tempat hiburan malam itu, yang diduga disengaja minim cahaya, sang menejer terlihat telah menunggu.

Setelah bertemu, terjadi percakapan antara awak mediautama.news dengan sang menejer, saat itu dengan nada tinggi sang menejer membentak awak mediautama.news. Mendengar bentakan tersebut, beberapa orang diduga karyawan CUBE pun berdatangan mendekati awak mediautama.news dan langsung menghujani awak mediautama.news dengan tunjangan pada kaki, pukulan pada perut, dada dan wajah. Tidak diketahui berapa jumlah para pelaku yang menghajar awak mediautama.news, namun termasuk menejer, keseluruhan terlibat diperkirakan berjumlah 7 orang.

Puas melayangkan pukulan dan tendangan, sang menejer kemudian memerintahkan anggotanya untuk berhenti dan menyuruh awak mediautama.news untuk pulang.

Tanpa berpikir panjang, awak mediautama.news bergegas hendak membuat laporan kepada pihak yang berwajib, namun karena kondisi awak mediautama.news yang sudah terasa sangat kesakitan, niat tersebut ditunda, dan langsung pulang ke kediamannya.

Atas apa yang dialami, awak mediautama.news tidak akan mendiamkan peristiwa tersebut begitu saja, disamping telah menghalang – halangi tugas jurnalis, perlakuan tersebut merupakan tindakan kriminal yang biadab, sehingga sesegera mungkin dilaporkan kepada pihak kepolisian.(RN)

 8 views

  • Bagikan
Call Now ButtonKRITIK & SARAN