Rusuh Laga Arema Vs Persebaya, 129 Orang Tewas

Turun ke Lapangan: Suporter turun ke lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, seusai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 3:2, Sabtu (1/10/2022) malam. (Foto Atas). Sejumlah kenderaan yang dirusak massa. (Foto bawah). (Foto : Mu/dok/Tangkapan layar beaking news Metro TV)

Malang, Mediautama.news – Sebanyak 129 orang dinyatakan tewas dan 188 korban luka-luka, saat kerusuhan di laga Arema FC VS Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan bermula saat Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Saat pluit panjang berbunyi, tiba-tiba ribuan Aremania dari arah tribun turun ke lapangan hingga berakhir ricuh. Hal ini diduga mereka tidak terima tim kesayangannya kalah.

Di sana, para Aremania ini juga merusak fasilitas stadion, bahkan sempat bentrok dengan petugas keamanan. Akibat kejadian ini juga, sejumlah kenderaan milik aparat kepolisian dan penonton di luar stadion turut dirusak massa.

Aparat kepolisian yang berjaga kewalahan dengan jumlah massa yang begitu banyak, hingga berusaha menghalau dengan mengeluarkan gas air mata.

Situasi yang kacau membuat penonton berdesak-desakan hingga terjadi penumpukan dan massa pun berjatuhan yang kemudian mengakibatkan banyak korban tewas dan luka-luka. Selain terinjak-injak, diduga korban mengalami sesak nafas dan kekurangan oksigen.

Oleh petugas, para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat hingga rumah sakit di Kota Malang.

Dengan banyaknya jumlah korban, kejadian ini disebut sebagai peristiwa terkelam di sejarah sepak bola Indonesia, karena jumlah korban yang sangat banyak. Tragedi ini membuat masyarakat Indonesia berduka.

Atas kejadian ini, Pemerintah daerah Malang dan Pemprov Jatim menyiapkan santunan sebesar Rp 10 juga bagi korban tewas dan Rp 5 juta bagi korban yang mengalami luka berat (red/ breaking news Metro TV)