Medan, Mediautama.news – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi tidak kuasa menahan air matanya saat berkumpul dengan para disabilitas pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Jumat (16/12/2022).
Edy Rahmayadi merasa dirinya belum bisa berbuat banyak untuk menunjang kehidupan masyarakat disabilitas daerah ini.
Usai bernyanyi bersama dengan para disabilitas, Edy Rahmayadi berbicara tentang fasilitas untuk disabilitas. Belum lama dia berbicara, suaranya terhenti dan meneteskan air mata, kemudian menyambung perkataannya lagi.
“Mereka harus punya fasilitas yang memadai, bagi atlet tolong Dispora fasilitasi, begitu juga Disnaker buat pelatihan untuk mereka agar bisa membantu menambah penghasilannya,” pinta Edy Rahmayadi.
Dia pun langsung berpamitan meninggalkan tempat acara, aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan. Saat ditanya awak media apa yang membuatnya menangis, menurutnya, karena dia belum bisa memberikan fasilitas lebih baik kepada mereka.
“Saya belum bisa berbuat apa-apa, kita ingin mereka bisa difasilitasi, saya mendoakan agar saudara-saudara kita yang disabilitas selamat dunia dan akhirat,” kata Edy Rahmayadi.
Sementara itu, Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Baharuddin Siagian mengatakan, pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional kali ini, Pemprov Sumut juga memberikan berbagai bantuan. Antara lain tali asih, sembako, kursi roda dan lainnya. Ada juga bantuan dari BUMN, BUMD dan juga secara pribadi dari Gubernur Edy Rahmayadi.
“Ada sekitar 350 orang disabilitas yang hadir pada acara ini dan kita memberikan bantuan sembako, tali asih kepada meraka, ada juga bantuan dari BUMN serta BUMD,” kata Baharuddin Siagian.
Terkait fasilitas untuk Disabilitas, Baharuddin menjelaskan pihaknya bersama OPD terkait terus bahu-membahu meningkatkannya. Bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga berupa pelatihan, bantuan, sekolah dan lainnya.
Hadir pada acara ini, Kepala Dinas Sosial Basarin Tanjung, Kepala Dinas Pendidikan Asren Nasution, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Afini dan OPD terkait lainnya. Kemudian, hadir juga beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama dan komunitas disabilitas Sumut.(RS)
Editor : Wilfrid Sinaga






