* Catatan Redaksi Mediautama.news
Sepintas membaca judul di atas serasa aneh. Apa maksudnya ? Namun setelah menelaah isi tulisan ini, barulah dapat dimengerti apa maksudnya.
‘Over Tonase’ atau kelebihan muatan. Dua kata ini menjadi keren karena sering kita dengar, terlebih setiap ada pernyataan atau pertanyaan, berhubungan dengan proyek jalan di Kabupaten Serdang Bedagai yang baru dibangun, tapi sudah rusak.
Saat ditanya atau ada berita yang muncul di media massa, jalan hotmix di Jalan/Desa….di Kabupaten Serdang Bedagai bernilai Rp…. (miliar), baru dibangun sudah rusak. Atau baru dibangun sudah ditambal sulam, lalu muncullah alasan dari instansi terkait yakni Dinas PUPR, kerusakan jalan karena kenderaan yang melewati ruas jalan yang baru dibangun over tonase.
Pasalnya, kelas jalan yang baru dibangun hanya mentolerir kendaraan yang lewat itu sekian ton. Namun, kenderaan yang lewat itu jauh di atas kelas jalan. Akibatnya, jalan yang baru hitungan bulan dibangun itu kondisinya menjadi rusak parah.
Hal ini terjadi di sejumlah pekerjaan hotmix di Kabupaten Serdang Bedagai yang nilai proyeknya rata-rata miliaran rupiah.
Misalnya saja, proyek hotmix di Desa Sukadamai Kecamatan Sei Bamban, baru dikerjakan sudah ditambal sulam hingga puluhan titik. Begitu juga proyek hotmix di Desa Sei Parit Kecamatan Sei Rampah, baru dikerjakan sudah ditambal sulam, juga di banyak titik pada ruas jalan setempat.
Kemudian, proyek hotmix di ruas Jalan Rambutan Kecamatan Tebing Tinggi. Di lokasi ini, ada dua paket proyek yang satu dikerjakan tahun 2021 akhir, kondisinya juga saat itu baru beberapa bulan dikerjakan sudah ditambal sulam.
Kemudian, lanjutan proyek hotmix masih di ruas Jalan Rambutan, dikerjakan sekitar Bulan Desember 2022 dan di tempat ini pun, baru beberapa bulan selesai dikerjakan juga sudah kupak-kapik.
Pantauan di lokasi pada akhir Januari 2023 lalu, terlihat pada sejumlah titik ruas jalan yang rusak sudah di ploting, sepertinya mau diperbaiki atau ditambal sulam, karena kondisinya memang sudah rusak, bahkan rusak parah, karena keadaan di ruas jalan setempat di sejumlah titik sudah kembali menjadi tanah, alias tak beraspal lagi.
Yang lebih Parah lagi, di beberapa titik lainnya di badan jalan terlihat sudah mengalami keretakan halus atau sering diistilahkan dengan retak seribu. Biasanya, ini awal terjadinya kerusakan yang lebih parah lagi, bakal muncul lagi rusak yang lebih parah.
Jauh sebelum sejumlah ruas jalan di Kabupaten Serdang Bedagai dibangun, ternyata kenderaan berat itu sudah melintasinya. Artinya, jalan yang mau dibangun itu sebelumnya merupakan lintasan kenderaan berat seperti truk pengangkut sawit dan lain-lain.
Jadi, hal inilah yang membuat orang banyak bertanya-tanya, Kenapa dibangun juga pada lokasi lintasan kendaraan yang melebihi kapasitas badan jalan. Karena toh bakal merusak jalan yang dibangun. Padahal, anggaran yang digunakan membangun jalan tersebut cukup besar dan bersumber dari uang negara.
Jadi, pertanyaannya sekarang, mana yang duluan, Over Tonase atau Proyek Jalan
..?? (bersambung).






