SUMUT  

23 Orang Terjaring Operasi Pekat oleh Satpol PP Asahan

Beri Keterangan: Kasat Pol PP Asahan, Mohammad Azmy Ismail, A.P., M.Si saat memberikan keterangan hasil Operasi Pekat, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan. (Foto: Mu/dok)

Asahan, Mediautama.news- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan cipta kondisi tertib sosial guna menjaga ketentraman dan ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Asahan menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), ke sejumlah lokasi, Rabu (20/12/2023) yang dimulai sekira pukul 23.00 WIB.

Operasi Pekat ini dilakukan di hotel, penginapan, kos-kosan dan tempat hiburan malam di seputar Kota Kisaran dan Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Dalam operasi yang digelar bersama dengan personil dari Kodim 0208 /AS, Polres Asahan, Sub Denpom 1-4/Kisaran, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, MUI, Ustad dan Aktifis Perlindungan Perempuan dan Anak, berhasil mengamankan sebanyak 23 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 14 perempuan dimana mayoritas masih berusia muda bahkan ada 3 orang yang masih dibawah umur.

Adapun ke 23 orang yang berhasil dijaring masing-masing 17 orang dari dalam kamar Losmen Family yang terletak di Jl. H. Misbah No.5 Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat dan 6 orang dari dalam kamar Kos Pisang yang terletak di Jl. Pisang, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Pol PP Kabupaten Asahan, Mohammad Azmy Ismail, A.P., M.Si didampingi Ustad A. Margolang dan Aktifis Perlindungan Anak Iyon Ardin, Kasie Trantib Satpol PP, Kabid Anak dan Orang Orang Terlantar Dinas Sosial di salah satu ruangan kantor Dinas Sosial Kabupaten Asahan usai dilakukan pendataan kepada 23 orang tersebut.

Terlihat ke 23 orang yang terjaring operasi Pekat mendengarkan Himbauan dari Kasat Pol PP Asahan.(Foto: Mu/dok)

Kasat Pol PP Asahan dalam himbauannya mengatakan, dari masyarakat yang mengganggu ketertiban umum dan perlindungan masyarakat malam ini dilakukan kegiatan operasi penyakit masyarakat dan terjaring saudara-saudara sekalian.

” ya malam ini kalian dibawa ke sini untuk didata baik identitas kependudukan kerjaan dan sebagainya ,” ujar Mohammad Azmy Ismail

Dari hasil razia, Lanjutnya, ternyata ditemukan beberapa orang yang masih di bawah umur. Dan ini sangat miris karena di saat kita sedang menggalakkan perlindungan terhadap anak untuk mencapai status Kabupaten layak anak, tapi ternyata banyak ditemukan kegiatan yang menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

“Karenanya, bapak, ibu, saudara-saudara sekalian setelah didata apabila nanti kami kroscek dengan data yang ada sebelumnya 3 bulan yang lalu kami juga melakukan kegiatan seperti ini kalau malam ini juga ada yang kedapatan yang sama, kalian akan kami kirim ke Berastagi tempat rehabilitasi ataupun Dinas Sosial provinsi ,” tegasnya.

Khusus yang dibawah umur, jelasnya, diminta agar selain menghubungi keluarga untuk menjamin, kalau tidak akan ditempatkan di Dinas Sosial.

” Jadi adik-adik yang masih di bawah umur tadi, hubungin keluarganya dan bagi saudara-saudara yang sudah melakukan hal-hal yang menyimpang, ya supaya jangan diulangilah, kan masih banyak pekerjaan lain ,” Tandas Azmy.

Dipenghujung himbauannya. ditegaskan agar yang terjaring razia mencari pekerjaan baik dan benar.

Kepada tim yang sudah bertugas, Azmy mengucapkan terima kasih. Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan bisa menyadarkan seluruh yang terjaring razia.

Kesempatan ini diisi dengan siraman rohani berupa tausiyah dari Ustad A. Margolang. Dalam tausiyah, Ustad A. Margolang menghimbau kepada seluruh yang terjaring razia untuk menghindari hal-hal buruk dan tetaplah berbuat kebaikan. (Edward Banjarnahor).

Editor: Wilfrid