Jakarta, Mediautama.news – Satgas Pangan Polri menindaklanjuti laporan dari Kementerian Pertanian (Kementan) terkait dugaan adanya 212 produsen beras yang melakukan kecurangan. Sebagai langkah awal penyelidikan, empat produsen beras telah dipanggil dan diperiksa pada Kamis (10/7/2025).
“Betul, saat ini dalam proses pemeriksaan,” ujar Ketua Satgas Pangan Polri yang juga menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Helfi Assegaf, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (12/7/2025), dikutip dari Antara.
Empat produsen yang diperiksa masing-masing berinisial WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG. Namun, Brigjen Helfi tidak merinci substansi materi pemeriksaan terhadap keempat pihak tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dan kepolisian dalam menindak tegas dugaan kecurangan distribusi beras yang merugikan masyarakat.
Adapun Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan 10 dari 212 produsen beras nakal telah diperiksa Satgas Pangan Polri bersama Bareskrim Polri sebagai langkah membongkar praktik curang dan melindungi konsumen.
Langkah itu merupakan tindak lanjut dari laporan 212 merek beras yang dianggap tidak sesuai standar mutu, baik dari sisi volume, kualitas maupun kejelasan label, yang dikirim langsung ke Kapolri dan Kejaksaan Agung.
Amran menekankan, momen penindakan itu tepat karena stok beras nasional sedang dalam kondisi melimpah sehingga intervensi tidak menimbulkan risiko kekurangan pasokan di pasaran. Stok saat ini mencapai 4,2 juta ton.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk membongkar praktik kecurangan yang merugikan konsumen.
Amran menyebutkan, pengawasan dan penindakan ini adalah bagian dari upaya pemerintah menciptakan keadilan bagi petani, pelaku usaha jujur dan masyarakat sebagai konsumen utama.
“Ini harus kita selesaikan, kesempatan emas kita selesaikan. Di saat produksi kita, stok kita banyak. Kalau stok kita sedikit, tidak mungkin hal ini kita bisa lakukan karena bisa nanti memukul balik. Tapi sekarang stok kita banyak,” tegas Amran.(r)
Editor: Edward






