Manusia Rp3.800 Triliun Jeff Bezos: AI Sedang Gelembung, tapi Tak Bisa Dihentikan!

Pendiri Amazon, Jeff Bezos (Foto:dok/Getty Images)

Jakarta, Mediautama.news – Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menilai industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini tengah memasuki fase “gelembung industri”. Namun, di balik euforia yang berlebihan tersebut, Bezos menegaskan bahwa teknologi AI tetap nyata dan memiliki potensi besar untuk membawa manfaat bagi masyarakat di masa depan.

“Ini semacam gelembung industri,” ujar Bezos saat berbicara dalam acara Italian Tech Week di Turin, Italia, dikutip dari CNBC International dan dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (4/10/2025).

Orang terkaya keempat di dunia itu menjelaskan, fenomena gelembung biasanya terjadi ketika harga saham atau valuasi perusahaan tidak lagi mencerminkan kondisi fundamental bisnisnya.

“Orang-orang sangat bersemangat, seperti yang terjadi hari ini pada AI. Semua ide, baik yang bagus maupun yang buruk, bisa mendapatkan pendanaan,” katanya.

Meski demikian, Bezos menegaskan bahwa AI bukanlah tren semu. “AI itu nyata, dan akan mengubah setiap industri,” tegasnya.

Ia mencontohkan, saat ini terdapat perusahaan kecil dengan hanya enam karyawan yang berhasil memperoleh pendanaan hingga miliaran dolar. “Ini perilaku yang tidak biasa, tapi memang sedang terjadi sekarang,” ujarnya.

Menurut Bezos, gelembung di sektor industri tidak selalu berdampak negatif. Ia membandingkan fenomena ini dengan gelembung bioteknologi pada 1990-an, yang meski membuat banyak perusahaan tumbang, justru melahirkan berbagai inovasi medis dan obat penyelamat jiwa.

Bezos menegaskan, bahwa gelembung industri tidak seburuk itu, bahkan bisa jadi baik. Ketika mereda dan para pemenang muncul, jelas Bezos, masyarakat akan menikmati manfaat besar dari inovasi tersebut.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa dampak positif AI bagi umat manusia akan luar biasa besar. “Ini nyata. Manfaat bagi masyarakat dari AI akan sangat besar,” kata Bezos.

Sebagai informasi Bezos saat ini tercatat sebagai orang terkaya ke-4 di dunia. Menurut Forbes, dia memiliki harta US$ 232,5 miliar atau Rp 3.851 triliun (kurs Rp 16.570).(r)

Editor: Edward