Jakarta, Mediautama.news – Warga desa di wilayah Shexian memiliki tradisi turun-temurun membuat lampion berbentuk ikan yang telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya takbenda masyarakat setempat.
Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang berbagai perayaan dan festival tradisional sebagai simbol doa dan harapan masyarakat agar memperoleh panen yang melimpah, kehidupan yang sejahtera, serta keberuntungan bagi seluruh warga desa.
Lampion ikan tersebut dibuat dengan penuh ketelitian menggunakan rangka bambu yang dibentuk menyerupai tubuh ikan, kemudian dilapisi kertas warna-warni yang dihias dengan motif khas daerah.
Saat malam hari tiba, lampion-lampion ini dinyalakan dan diarak oleh warga dalam sebuah parade meriah yang menyusuri jalan-jalan desa. Cahaya lampion yang berkilau berpadu dengan musik tradisional dan tarian rakyat menciptakan suasana festival yang semarak serta menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Melansir Antara, parade lampion berbentuk ikan telah lama menjadi salah satu kegiatan budaya rakyat paling penting yang digelar dalam berbagai festival tradisional di wilayah tersebut. Selain menjadi bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga karena melibatkan banyak pihak, mulai dari para pengrajin lampion, pemuda desa, hingga para tetua adat yang menjaga nilai-nilai tradisi.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di Huangshan juga mulai mengembangkan potensi ekonomi dari tradisi ini. Selain menggelar parade lampion ikan, warga setempat berupaya menciptakan berbagai jenis usaha baru yang terinspirasi dari bentuk lampion tersebut. Beragam produk budaya dan kreatif mulai diproduksi, seperti miniatur lampion, suvenir khas, dekorasi rumah, hingga kerajinan tangan yang dijual kepada wisatawan.
Upaya tersebut turut mendorong berkembangnya sektor pariwisata budaya di daerah itu. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk menyaksikan langsung parade lampion ikan serta merasakan suasana festival tradisional yang unik. Dengan memadukan pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif, tradisi lampion ikan kini tidak hanya menjadi simbol doa masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan baru bagi warga desa setempat.(r)
Editor: Edward






