SUMUT  

Pemkab Sergai Targetkan Stunting di bawah Angka 14% di Tahun 2024

Rakor : Kapolres Sergai AKBP Ali Machfud didampingi Wabup Sergai H Adlin Tambunan dan Kepala Bappedalitbang Rusmiani Purba memimpin Rakor percepatan penanganan penurunan angka stunting di aula Patriatama Polres Sergai di Sei Rampah, Rabu (29/3/2023). (Foto:Mu/ Dok)

Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai), H Adlin Tambunan mengatakan, hasil Survei Sumber Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kabupaten Sergai tahun 2022 sebesar 21%.

“Namun dari hasil pendataan yang dilakukan secara door to door adalah sebesar 4% ,” ujarnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Sergai, bertempat di Aula Patriatama Polres Sergai di Sei Rampah, Rabu (29/3/2023)

Adlin berharap, Polres membantu Pemkab Sergai dalam pendataan stunting, dengan menyisir sesuai by name by address, serta  memberikan edukasi kepada orang tua dan para calon pengantin tentang bahaya stunting.

Selaku ketua Tim penanganan penurunan stunting Kabupaten Sergai, kata Adlin, pihaknya telah melakukan inovasi berupa pembentukan orangtua asuh yang saat ini sudah ada sebanyak 170 orangtua asuh di Kabupaten Sergai, mulai dari bupati serta OPD dan pihak-pihak lainnya.

“Penyelesaian masalah stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan bergotong-royong ,” harap Adlin.

Menurutnya, target Pemkab Sergai tahun 2024, agar stunting berada di bawah angka 14%.

“Untuk itu dimohon kerjasama kita semua sehingga target tersebut dapat tercapai. anggaran penanganan stunting sebesar lebih kurang Rp 24 miliar disebar di beberapa dinas,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Sergai AKBP Ali Machfud yang memimpin Rakor mengatakan, bahwa pada tahun 2035, Indonesia akan mendapat bonus demografi, yaitu penduduk produktif lebih banyak dari non produktif, sehingga percepatan penanganan stunting bertujuan agar menghadapi bonus demografi tersebut penduduk Indonesia sehat dan produktif.

” Stunting tidak hanya untuk bayi yang baru lahir, namun juga untuk yang masih dalam kandungan. Karenanya, pasangan yang hendak menikah pun harus diintervensi ,” tegas Ali Machfud.

Rakor diisi dengan dialog dan diskusi, serta sumbang saran dari peserta yang hadir terkait percepatan penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Sergai.

Kegiatan ini turut dihadiri, Kepala Bappedalitbang Pemkab Sergai Rusmiani Purba, Kadis Kesehatan Selamat Hartono, Kadis P2KBP3A Helminur Iskandar Sinaga, Kadis Dukcapil Fitriadi, Kabag SDM Polres Sergai Kompol SP Anak Ampun, Kabag Ops Kompol LS Siregar beserta para Kapolsek  jajaran Polres Sergai dan para camat se Sergai. (Rahmat).

Editor: Edward