Asahan, Mediautama.news -Membudayakan literasi bukan sekadar program, melainkan investasi masa depan. Komitmen kuat itu ditunjukkan melalui pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, yang digelar di Aula Kantor Camat setempat. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata upaya memperluas jangkauan gerakan cinta buku hingga ke pelosok desa.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Camat Meranti, serta seluruh Kepala Desa dan pengurus literasi se-kecamatan. Kehadiran lintas sektor ini menandakan sinergi total untuk membangun ekosistem membaca yang inklusif.
Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menegaskan bahwa jabatan Bunda Literasi bukan sekadar simbolis, melainkan amanah besar untuk menjadi penggerak utama.
“Peran Bunda Literasi harus nyata dan menginspirasi. Kami tidak hanya hadir, tapi harus mampu meneladani, mengkampanyekan, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk jatuh cinta pada membaca,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan literasi membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas, dan lembaga pendidikan.
Melalui penguatan peran di tingkat kecamatan dan desa, diharapkan budaya literasi tidak hanya berjalan sesaat, tetapi akan tumbuh subur dan menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat Asahan yang berkelanjutan.(Kis1)
Editor: AR Manik






