Jakarta, Mediautama.news – Otoritas Rusia menahan sekitar 40 pelancong warga negara Israel saat tiba di Bandara Internasional Domodedovo, Moskow, pada Selasa (21/4) waktu setempat. Insiden ini terjadi di tengah memanasnya hubungan diplomatik kedua negara akibat konflik yang melibatkan Israel dan Iran, sekutu strategis Moskow.
Menurut laporan media oposisi Rusia, Mediazona, seperti dikutip dari Middle East Monitor dan melansir CNNIndonesia, para pelancong tersebut termasuk dua orang yang memiliki kewarganegaraan ganda Rusia-Israel ditahan selama lima jam berturut-turut dan dilaporkan mendapatkan perlakuan yang keras.
Selama penahanan, mereka menjalani interogasi intensif dan ponsel pribadi disita serta diperiksa secara paksa oleh Dinas Keamanan Federal (FSB). Para tahanan juga mengaku tidak diberikan akses makanan, air minum, maupun fasilitas dasar lainnya selama proses berlangsung.
Salah satu korban yang diwawancarai menyebutkan bahwa petugas keamanan bersikap kasar dan menyampaikan pesan bernuansa politik secara langsung.
“Iran adalah sekutu strategis Rusia, dan musuh Teheran pasti adalah musuh Moskow,” demikian pernyataan yang disampaikan petugas kepada para warga Israel tersebut.
Sementara itu, sumber resmi Israel mengonfirmasi adanya insiden ini, namun menyatakan jumlah orang yang ditahan kemungkinan lebih sedikit dibandingkan angka yang dilaporkan media. Pemerintah Israel juga memantau situasi secara hati-hati melalui jalur diplomatik untuk mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut dengan pihak Rusia.(r)
Editor: Edward






