Home / HUKUM

Rabu, 18 Desember 2019 - 19:21 WIB

Gelapkan Uang Rp 4 Miliar, Suhendra Chudiharja Dituntut 3 Tahun Penjara

MEDIAUTAMA.CO | MEDAN – Suhendra Chudiharja alias Ahwat (54) terdakwa kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan sebesar Rp4,082 miliar dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren SH di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/12/2019).

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Suhendra Chudiharja alias Ahwat dengan hukuman penjara selama 3 tahun penjara,” ucap JPU Anwar Ketaren SH di hadapan majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata SH MH.

JPU menilai perbuatan terdakwa Suhendra yang merupakan warga Kompleks Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang melanggar pasal 372 KUHPidana.

“Dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan,” sebut JPU Anwar Ketaren.

Baca Juga : Jual Sabu 900 Gram, Tiga Warga Tanjung Balai Dituntut 15 Tahun Penjara

Usai pembacaan tuntutan majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui pensihat hukumnya untuk mengajukan pembelaan (pledoi).

Sementara mengutip dakwaan JPU Anwar Ketaren SH mengatakan, kejadian bermula terdakwa dan korban, Juwan Chandra selaku Direktur PT. Bumi Sari Prima melakukan kerja sama secara lisan bergerak di bidang tepung tapioka.

Terdakwa Suhendra sebagai reka­nan kerja mencari konsumen-konsumen untuk memasarkan atau menjualkan hasil produksi tepung tapioka PT Bumi Sari Prima.

Baca Juga : Dua Terdakwa Kurir 170 Kg Ganja Dituntut Hukuman Mati  

IKLAN ADS

“Setiap ada pengantaran barang orderan maka yang menentukan dan menyediakan angkutan untuk pengan­taran barang orderan tersebut adalah terdakwa,” ungkapnya.

JPU menambahkan, batas waktu penyerahan uang hasil penjualan barang yang diorder terdakwa wajib 20 hari dengan masa waktu tenggang selama 10 hari setelah barang diantar ke konsumen.

Nantinya, terdakwa akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan tersebut sebesar 2,5 persen.

Namun kenyataannya, seluruh bon faktur orderan tertera dengan jumlah nilai penjualan lebih kurang Rp4,082 miliar dan sudah habis masa waktu penyerahan uang tersebut sesuai batas waktu yang ditentukan secara lisan, sehingga seluruh uang hasil penjualan barang sudah wajib diserahkan.

“Tetapi terdakwa tidak menyerah­kan­nya sehingga orderan barang pada Okto­ber 2018 tersebut mencapai Rp4,082 mi­liar dan jumlah orderan men­capai 455,5 ton yang mana ada sebanyak 24 bon pe­ngantar barang yang belum diserahkan,” sebut JPU.

Saksi korban pun bertemu dan me­nanyakan kepada terdakwa tentang pembayaran hasil orderan tepung tapioka tersebut. Ternyata terdakwa mengakui jika para konsumen sudah membayarkan tagihan pembelian tepung tapioka.

Terdakwa Suhendra juga mengakui seluruh uang itu digunakan terdakwa. Korban yang merasa tidak senang dan dirugi­kan hingga Rp 4,082 miliar langsung melaporkan terdakwa Suhendra kepada pi­hak yang berwajib. 

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Lagi, Sidang Kasus Dugaan Kepemilikan Senpi Ditunda, Ada Apa?

HUKUM

Sat Reskrim Polresta Deli Serdang Tangkap Pelaku Pencuri Sarang Burung Walet

HUKUM

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia Bantah Informasi Dua Pria Kasus Togel Akan Dilepas

BERITA UTAMA

Ketua PWI Sumut: Kapolres harus Pro Aktif Seret Dalang Penganiaya Jurnalis Siantar

HUKUM

Pengedar Sabu di Jalan Brigjen Katamso Ditangkap Tekab Polsek Medan Kota

HUKUM

Antarkan Sabu ke RTP Polrestabes Medan, Oknum Polisi Diadili

HUKUM

Hakim Tolak Eksepsi Joni, Sidang Kepemilikan Softgun Dilanjutkan

HUKUM

Tergiur Upah Rp 2 Juta, Warga Glugur Nekat Jadi Perantara Jual-Beli Sabu 190 Gram