Home / HUKUM / KORUPSI

Selasa, 7 Januari 2020 - 09:59 WIB

Korupsi Rp1,5 M Renovasi Sirkuit Atletik, KPA Disporasu dan Rekanan Junaidi Diadili

MEDIAUTAMA.CO | MEDAN – Perkara dugaan korupsi sebesar Rp1,5 miliar terkait pengerjaan proyek renovasi Lintasan Sirkuit Tartan Atletik PPLP Provinsi Sumatera Utara TA 2017, Senin (6/1/2020) mulai disidangkan di Cakra 5 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

Giliran 2 terdakwa yakni Sujamrat (58), selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) serta rekanan Junaedi, selaku Direktur  PT Rian Makmur Jaya (RMJ), berkas terpisah mulai diadili.

Tim penuntut umum dimotori Benhar Siswanto Zain SH menjerat kedua terdakwa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu sebesar Rp1,5 miliar.

Yakni primair pidana Pasal 2 ayat (1)  jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1  KUHPidana. Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

‘Fee’ 2 Persen :

Mengutip dakwaan JPU, Desember 2016 terdakwa Sujamrat via ponsel menghubungi rekanan yang sudah dikenalnya, Deddy Octavardian selaku Direktur PT Pajajaran Multicon. Dengan komitmen, terdakwa Sujamrat mendapatkan ‘fee’ sebesar 2 persen dari nilai pekerjaan paket pekerjaan renovasi.

Terdakwa Sujamrat menawarkan agar Deddy Octavardian (berkas terpisah) mengerjakan paket proyek renovasi Lintasan Sirkuit Tartan Atletik Pusat Pendidikan Latihan Pelajar Dinas Pemuda dan Olahraga (PPLP) Provinsi Sumut tersebut. Deddy dan saksi Des Asharisma kemudian meninjau lokasi renovasi untuk mendapatkan estimasi nilai pekerjaan proyek pada sesi pengajuan tender proyek.

IKLAN ADS

Di tahap evaluasi administrasi, teknis dan evaluasi harga ternyata PT Tamarona Putri Masro (TPM) dengan nilai penawaran lebih rendah yaitu Rp4 miliar, dinyatakan tidak lulus. Sedangkan PT RMJ disebut-disebut perusahaan yang direkomendasikan Deddy Octavardian dengan nilai penawaran lebih tinggi (Rp4,6 miliar lebih) malah dinyatakan lulus administrasi, teknis maupun harga.

Terdakwa Sujamrat, Junaedi dan Deddy sama-sama mengetahui bahwa pengerjaan paket renovasi tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga satuan di pasaran.

Sementara hasil audit BPK Provinsi Sumut, ditemukan selisih (kerugian keuangan negara) antara jumlah dana yang dicairkan dan dipertanggungjawabkan dengan jumlah realisasi biaya pelaksanaan pekerjaan fisik renovasi dan mengurangkan pajak-pajak yang dipungut sebesar Rp1,5 miliar lebih.

Sementara menjawab pertanyaan majelis hakim diketuai Syafril Batubara, Mulyadi selaku penasihat hukum (PH) terdakwa Sujamrat menyatakan tidak mengajukan eksepsi (nota keberatan atas dakwaan JPU). Tim JPU kemudian diperintahkan hakim untuk menghadirkan saksi-saksi pada persidangan, Senin (13/1/2020) pekan depan.

Ajukan Eksepsi:

Berbeda dengan persidangan terdakwa Junaedi. PH terdakwa menyatakan akan menyampaikan eksepsi pada persidangan pekan depan. 

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

KORUPSI

Penuntutan Nora Diundur, JPU Mohon Penetapan Penyitaan Uang dan Sertifikat

HUKUM

Wartawan Harian Mimbar Umum Medan Dianiaya

BERITA UTAMA

Seragam Dinas Brigadir Angga Berlumur Darah, Senjata Api Dijarah

HUKUM

Berusaha Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak Polsek Medan Sunggal 

HUKUM

Kasus Dugaan Korupsi, Hakim ‘Lepas’ Mantan Plt Kadis Perkim Madina

HUKUM

Nekad Jadi Kurir Sabu 1,7 Kg, Pemuda Asal Medan Marelan Dituntut 17 Tahun Penjara

HUKUM

Polsek Natal Berhasil Ungkap Pelaku Kasus 363 KUHP Pencurian dengan Pemberatan

KORUPSI

Soal Skandal MTN Rp202 Milliar, Mantan Dirut Bank Sumut ‘Lempar’ Tanggungjawab