MediaUtama | Batu Bara – Kepala Desa Sei Buah Keras (SBK) Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara berinisial S diduga Kangkangi Surat edaran Bupati Batu Bara. Pasalnya 8 orang Kepala Dusun (Kadus) di wilayahnya secara serentak diminta mengundurkan diri.
Surat edaran Bupati Batubara tersebut tertanggal 31 Maret 2020 meminta seluruh Camat serta Kades Se- kabupaten Batubara agar tidak melakukan pergantian perangkat Desa namun fokus menangani penyebaran Virus Corona atau (Covid-19) di wilayahnya masing-masing, tetapi pada tanggal 12 April 2020, Kades Syarifuddin meminta 8 orang Kadus tersebut segera mengundurkan diri.
Hal itu dikatakan Nelson Pangaribuan dan temannya Haposan Hutagalung kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui via telepon, Jumat (24/4/2020) siang.
Adapun 8 orang Kadus yang mengundurkan diri tersebut antara lain adalah Haposan Hutagalung, Saut Samosir, Zulkifli, Aswan, Darwis, Nelson Pangaribuan, Sukri dan Op.S. Sianturi.
Terpisah, Kepala Desa Sei Buah Keras Syarifuddin saat dikonfirmasi Jumat (24/04/2020), melalui via seluler mengatakan bahwa pengunduran diri Kadus atas keinginan mereka sendiri.
“Sehingga dengan terpaksa saya mencari uang untuk membayar honor para Kadus yang mengundurkan diri karena anggaran Dana Desa belum cair,” jelasnya.
Sementara itu, Menurut Nelson Pangaribuan apa yang dikatakan Kades itu tidak benar, yang benarnya mereka dipaksa tanggal 7 April 2020 terjadi rapat antara Kades dan Kadus dalam rapat tersebut Kades memaksa kami untuk mengundurkan diridengan alasan pergantian.
“Tuntutan Kades tersebut kami sanggupi asalkan honor kami selama 3 bulan dibayar penuh sehingga tanggal 12 April 2020 kami disuruh kades datang kerumahnya untuk menerima honor serta menandatangani surat pernyataan pengunduran diri tersebut,” jelasnya.
Dijelaskan Nelson, bukan kali ini saja Kades berbuat seperti itu kepada kami, Sebulan setelah kades dilantik. Kades terpilih langsung datang ke rumahnya agar mereka mengundurkan diri.
“Namun karena ada instruksi Bupati maka kami tidak diganti dan kamipun bukan mau menjadi Kadus seumur hidup kami sadar bahwa kami sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai Kadus kembali namun tolonglah kami dihargai jangan seperti anak kecil kami dibuat,” pintanya.
(MU-11)






