Home / EKBIS

Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:10 WIB

Warga Bandung Antusias Tukar Uang Rp75 Ribu Edisi Kemerdekaan

Ket Foto : Ilustrasi. BI meluncurkan uang kertas pecahan Rp75 ribu dalam rangka memperingati HUT RI ke-75. (Bank Indonesia)

Ket Foto : Ilustrasi. BI meluncurkan uang kertas pecahan Rp75 ribu dalam rangka memperingati HUT RI ke-75. (Bank Indonesia)

MediaUtama | Bandung – Masyarakat Kota Bandung antusias menukar uang baru Rp75.000. Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) itu dilaksanakan di halaman Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat dengan protokol kesehatan ketat.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (18/08/2020) di lokasi, tampak puluhan warga mengantri di lapangan parkir barat yang dibuat untuk tempat penukaran.

Warga yang mengantri dipanggil satu per satu oleh petugas. Sebelum penukaran, warga tampak menunjukkan kartu identitas.

Ahmad Fadil (21) mengaku senang bisa mendapatkan uang edisi khusus Rp75 ribu yang ia tukarkan.

“Soalnya jarang dan edisi khusus, nggak akan keluar lagi,” ucapnya.

Ahmad yang masih kuliah ini mengaku bukan kolektor uang. Ia mendengar kabar BI menerbitkan uang rupiah baru dari media sosial dan media massa, dan tidak sabar untuk ikut serta memesan rupiah baru.

“Dari pertama kali lihat, sisi desainnya bagus. Saya suka ada baju daerahnya,” ucapnya.

Baca JugaUang Baru Pecahan Rp 75 Ribu Resmi Diluncurkan, Ini Orang Pertama yang Mendapatkannya

Ahmad mengaku telah menyiapkan diri untuk berburu uang yang hanya ada 75 juta lembar itu. Uang yang diedarkan sebanyak 75 juta lembar ini per pukul 15.00 WIB sejak hari peluncuran sudah dapat dipesan oleh masyarakat melalui aplikasi PINTAR.

“Saya daftar dari kemarin lewat website. Enggak menunggu lama. Pas buka jam 3 ada jadwalnya langsung,” tuturnya.

Senada dengan Ahmad, Iwan Ridwan antusias mengantri untuk mendapatkan uang kertas khusus dengan nominal Rp75 ribu tersebut. Iwan mengaku dirinya memang mengoleksi uang jaman dulu dan edisi khusus.

“Motivasinya hanya untuk koleksi saja. Karena memang sebelumnya sudah punya beberapa koleksi,” ujarnya.

Iwan mengaku sejumlah koleksi uangnya ada yang satu set uang rupiah bergambar Soekarno serta beberapa uang logam yang dikumpulkan sejak 1954.

IKLAN ADS

“Saya tidak berniat untuk menjual uang ini kepada orang lain. Kecuali diberikan kepada sanak keluarga yang memang suka juga mengoleksi uang,” katanya.

Kepala BI Kantor Perwakilan Jawa Barat Herawanto mengatakan, antusias masyarakat untuk mendapat uang nominal Rp75 ribu membludak. Namun, penukaran hanya berlaku untuk satu KTP mendapat satu lembar.

Baca JugaHUT RI ke-75, BI Cetak 75 Juta Lembar Uang Pecahan Baru Rp 75 Ribu

Sejak pertama pendaftaran dibuka Herawanto menuturkan, sudah banyak yang mengakses bahkan rela mengantri hingga jadwal bulan depan.

“Di BI Jabar, setiap hari hanya diperbolehkan 150 orang saja. Pembatasan ini dilakukan untuk meminimalisir penularan Covid-19 ketika melakukan penukaran,” ujarnya.

Adapun jadwal penukaran dibatasi waktunya dalam satu hari dari pukul 08.00 sampai 11.00 WIB. Setiap pendaftar mendapatkan pemberitahuan jadwal melakukan penukaran.

Herawanto menuturkan, uang Rp75 baru ini bisa digunakan untuk transaksi jual beli.

“Bisa dipakai transaksi di toko kelontong tapi sayang saja dapatnya saja susah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Jabar Syafii menjelaskan, sampai saat ini BI Jabar mendapatkan jatah uang Rp75 ribu sebanyak 7,6 juta lembar. Uang tersebut dibagi menjadi 380 peti, di mana setiap petinya menyimpan 20 ribu lembar uang pecahan tersebut.

Uang yang diberikan kepada BI Jabar dilakukan secara bertahap. Ketika animo masyarakat masih tinggi sementara jatah saat ini habis, maka BI Jabar bisa mengajukannya kembali agar mendapat jatah lebih.

“Kami lakukan pelayanan per 10 hari. Jika sudah mencapai kuota 10 hari maka akan ditutup dulu pendaftarannya. Nanti setelah selesai baru kami buka lagi pendaftaran sampai beberapa bulan ke depan bekerja sama juga dengan sejumlah bank,” ungkapnya.

 

[MU/CNNI]

Share :

Baca Juga

EKBIS

Peserta Kartu Prakerja Tahun Ini Tak Bisa Ikut Lagi di 2021

EKBIS

Sanksi OJK, Kasus Jiwasraya dan Skandal Dunia Bernie Madoff

EKBIS

1 Juta Lebih Karyawan Terancam Gagal Terima Bantuan, Ini Penyebabnya

EKBIS

1,6 juta Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan Karena Covid-19

EKBIS

Tips Mengalahkan Kecerdasan Buatan dalam Wawancara Kerja

EKBIS

Mendes Sebut BLT Dana Desa Sudah Tersalurkan 24 Persen

EKBIS

PHK Pekerja Otomotif AS dan Eropa Mulai Terasa Imbas Corona

EKBIS

Menaker: Mohon Maaf, BLT Pekerja Rp600 Ribu Ditunda 4 Hari