Home / SEKITAR KITA

Jumat, 21 Agustus 2020 - 21:32 WIB

Empat Hari Lagi, Ribuan Buruh dari FSPMI Sumut dan SBMI Merdeka Turun ke Jalan Tolak Omnibus Law

Ket Foto : Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh dari FSPMI Sumut dan SBMI Merdeka Bakal Geruduk Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Ket Foto : Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh dari FSPMI Sumut dan SBMI Merdeka Bakal Geruduk Kantor Gubernur Sumatera Utara.

MediaUtama | Medan – Empat hari lagi tepatnya Selasa, 25 Agustus 2020, dua serikat pekerja/buruh di Sumatera Utara yakni FSPMI-KSPI Sumut dan Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) akan turun ke jalan dan melakukan aksi unjuk rasa damai menolak RUU Omnibus Law.

Aksi damai dengan jumlah seribu massa  tersebut akan berunjuk rasa di Kantor DPRD Sumatera Utara, Kantor Gubernur Sumut dan Kantor Disnakertrans Provinsi Sumut dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris DPW FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi mengatakan pada tanggal 25 Agustus kita akan aksi bersama dengan kawan-kawan SBMI Merdeka ke Kantor Gubernur Sumut dan Gedung DPRD Sumatera Utara untuk menyatakan bahwa pekerja di Sumatera Utara menolak omnibus Law.

“Karena bagi kita omnibus Law adalah bentuk perbudakan yang dilegalkan oleh pemerintah. Kami menilai bahwa omnibus Law itu, jika disahkan, maka tidak ada kepastian kerja, tidak ada kepastian upah dan tidak ada jaminan Sosial,” ungkapnya, Jumat (21/08/2020).

Tony mengatakan dalam aksi nanti, ada beberapa alasan kami menolak RUU Omnibus Law yakni pesangon akan dikurangi, Upah Minimum Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektor Kota (UMSK) akan dihilangkan. 

“Upah bagi pekerja/buruh akan diadakan upah perjam, sistem kerja Outsourcing sebebas-bebasnya dan sistem Tenaga Kerja Kontrak akan dibuat seumur hidup. Kemudian tidak ada kepastian jaminan sosial karena sistem kerja diadakan upah perjam, sistem kontrak, dan outsourcing, tenaga kerja anskil dapat bebas dan dipermudah untuk dapat bekerja di Indonesia,” katanya.

Lanjut dikatakannya, kita sepakat akan mengerahkan pekerja/buruh di Sumatera Utara khususnya Medan, Deli Serdang dan Serdang Bedagai, 1.000 masa akan turun untuk menggeruduk Kantor DPRD Sumatera Utara dan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Baca JugaTerkait Omnibus RUU Ciptaker, Sandiaga Minta Jokowi Dengar Tuntutan Buruh

“Dalam aksi damai nanti, kita juga menuntut agar menteri Ketenagakerjaan dicopot dari jabatannya. Karena beliau dinilai tidak berpihak melindungi dan mensejahterakan kaum pekerja/buruh. Beliau malah dinilai  dalam kebijakannya hanya untuk kepentingan para pengusaha,” tegasnya.

Kita juga, sambungnya, meminta agar Polda Sumatera Utara mengadakan desk ketenagakerjaan di Polda Sumut. Dan meminta kepada DPRD Sumut dan Gubernur Sumut untuk menambah anggaran kualitas dan kuantitas pengawas ketenagakerjaan.

“Karena ini juga adalah salah satu  permasalahan pokok Dinas Ketenagakerjaan di Provinsi Sumut termasuk juga, kami meminta agar selesaikan masalah-masalah ketenagakerjaan di Sumut, khususnya hari ini banyak masalah-masalah pekerja/buruh yang dirumahkan dan di PHK dengan alasan COVID-19,” ujarnya.

IKLAN ADS

Terpisah, Ketua Umum Serikat Buruh Merdeka Indonesia, Rintang Berutu SH mengatakan dengan alasan apapun kami SBMI Merdeka tetap menolak RUU Omnibus Law, baik itu dibahas apalagi disahkan. Karena akan menyengsarakan pekerja/buruh.

“Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa pasal yang sangat berubah jauh dari UU No 13 tahun 2003. Seperti penghitungan pesangon, status pekerja/buruh, jam kerja, tata cara penetapan upah yang akan dihilangkannya UMK, UMSK dan hanya berlaku Upah Minimum Provinsi (UMP). Selain itu, tindak pidana ketenagakerjaan yang semangkin ditiadakan,” ujarnya.

Baca JugaOmnibus Law ‘Cilaka’, Teror Nyata untuk Rakyat dan Lingkungan

Artinya, sambung Rintang, SBMI Merdeka dengan tegas menolak disahkannya UU Omnibus Law. Selain Omnibus Law, perihal kasus-kasus Ketenagakerjaan di Sumatera Utara, bahwa Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara tidak ada ketegasan terhadap anggotanya terutama yang berada di UPT Kabupaten/Kota.

“Sehingga banyak kasus – kasus yang tidak terselesaikan sampai bertahun tahun.Harapan kita, Kepala Dinas apabila tidak cakap melakukan tugasnya harus mundur dari jabatannya,” tegas Rintang.

Menurutnya, Kepala Dinas harus memahami kasus-kasus perburuhan. Kalau dia hanya sekedar mengeluarkan statement-statement yang serius menangani kasus, namun kenyataannya sampai sekarang salah satu kasus SBMI yang kita laporkan sudah 3 tahun lalu sampai sekarang belum ada penyelesaian.

“Belum lagi seperti kasus Hotel Citi Inn, yang jelas-jelas perusahaan sudah melakukan diskriminasi terhadap pekerja dan juga adanya upaya-upaya perhangusan serikat dengan cara anggota diberikan THR dan upah selama dirumahkan. Namun 3 pengurus PB-SBMI tidak diberikan. Artinya ini bisa kita kategorikan ‘Union Busting’. Jadi pesan kita terhadap Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara harus serius dalam mengerjakan tugasnya,” katanya kepada mediautama.news, Jumat (21/08/2020).

Kalau perlu, kata Rintang, Gubernur Sumut menambah personil masing-masing di UPT, jangan ada lagi alasan personilnya tidak cukup.

“Nah, untuk aksi nanti SBMI akan membawa massa pada aksi damai nanti sekitaran 500 pekerja/buruh dari Kota Medan dan Deli Serdang,” ungkap Ketua Umum SBMI Merdeka, Rintang Berutu SH.

Dalam aksi nanti, para peserta aksi akan berkumpul di Lapangan Merdeka sebelum menuju Kantor DPRD Sumatera Utara dan Kantor Gubernur Sumatera Utara dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu membawa masker, jaga jarak dan membawa hand sanitizer.

 

[MU-01]

Share :

Baca Juga

PEMERINTAHAN

Ketua Komisi II DPRD Medan Aulia Rahman Berikan Bantuan Sembako kepada Warga yang Belum Mendapatkan BLT

SEKITAR KITA

Youtubers Pak Bhabin Polisi Purworejo Apresiasi Kinerja Polsek Medan Helvetia

PEMERINTAHAN

Para Jamaah Masjid Muslimin Diajak Untuk Muhasabah Diri

SEKITAR KITA

Besok, Granat Sumut Gelar Musda di Hotel Grand Inna Medan, “Dorong Masyarakat Melawan Narkotika”

SEKITAR KITA

Suasana Haru Menyelimuti Ruang Kerja Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji

SEKITAR KITA

Ketua PN Medan Positif Covid-19, Persidangan Mulai Dibatasi

SEKITAR KITA

Kapolsek Medan Helvetia Berikan Reward Kepada Anggotanya yang Berprestasi

SEKITAR KITA

Cegah Penyebaran Virus Corona, Kecamatan Hinai Lakukan Penyemprotan Desinfektan