Tak Hanya Shalat Sendirian di Lapangan, Pria Ini Juga Ngaji dan Dzikir

Ket Foto : Mualimin rutin shalat sendirian di lapangan sejak Corona mewabah. (detik.com)

MediaUtama | Demak – Mualimin (53), warga asal Demak, Jawa Tengah rutin shalat di tengah lapangan desa sendirian setiap hari. Tak hanya shalat, Mualimin juga mengaji dan berzikir untuk mendoakan agar wabah virus Corona atau COVID-19 segera hilang.

“Pokoknya saya menuruti hati. Tujuannya ya shalat dhuha, shalat istikharah, shalat tolak bala, khususnya wabah Corona dan membaca yasin, tahlil,” kata Mualimin dilansir dari detik.com, Sabtu (29/08/2020).

Sebelum shalat, Mualimin memarkirkan motornya di pinggir lapangan. Sembari memakai peci hitam dia berjalan membawa sajadah serta buku yasin.

Cuaca terik tak mengurangi kekhusyukannya salat. Riuh anak-anak bermain di lapangan juga tak membuat Mualimin terganggu menjalankan shalat dan membaca buku yasinnya.

Mualimin mengaku berdoa memohon kepada Yang Kuasa agar wabah virus Corona atau COVID-19 segera hilang. Warga RT 2/RW 2 Desa Tridonorejo itu menyebut keinginan salat berasal dari inisiatif pribadinya. 

Dia mengaku tak menghiraukan penilaian masyarakat terhadap kegiatan salat yang dilakukannya.

“Saya orang awam, orang kecil. Saya salat seperti ini hampir lima bulan, kalau ada yang suka atau tidak suka ya silahkan. Jika ada yang bilang saya sesat, ya silahkan terserah,” tutur Mualimin.

Dia berharap banyak warga yang turut berdoa memohon agar wabah COVID-19 ini segera hilang.

“Harapan saya ayo sama-sama berdoa kepada Allah. Semua tindakan itu harus didasari dari kesusahan. Kesusahan ya seperti ini. Salat ya bisa saja di masjid, tapi kita ini menghadapi wabah ya harus seperti ini, berani kepanasan, berani susah. Pertama kesehatan, kedua sekalian berdoa,” ucap pria yang juga menjadi juru kunci makam tokoh setempat Mbah Hasan Bakem.

Dia menyebut shalat di lapangan itu merupakan tindakan untuk memohon kepada Allah. Dia berharap banyak warga yang turut berdoa memohon agar wabah COVID-19 ini segera hilang.

“Kita bersujud, minta kepada Allah, introspeksi kesalahan kita. Mendoakan, dosa teman, keluarga, seluruh Indonesia, semoga penyakit dan wabah ini segera diangkat dan hilang. Sehingga masyarakat tenang dan dapat stabil lagi,” tuturnya.

Terpisah, perangkat Desa Tridonorejo Sutadi menyebut Mualimin merupakan warganya. Dia juga membenarkan Mualimin kerap salat dan mengaji di lapangan.

“Pak Mualimin merupakan warga Tridonorejo, pernah menjabat sebagai RT. Kesehariannya baik dengan lingkungan dan tak pernah ada masalah,” kata Sutadi saat ditemui di Balai Desa Tridonorejo.

 

 

 

sumber : detik.com