Home / HUKUM

Rabu, 18 November 2020 - 19:31 WIB

Diupah Rp 100 Ribu, Bosman Nekat Rampas Mobil Seorang Debitur 

MediaUtama | Medan –  Aksi Bosman R. Naibaho Als Hendrik Naibaho Als Hendrik (42) bisa dibilang nekat. Pasalnya, warga Jalan Kapten Sumarsono itu, tega merampas mobil milik seorang debitur perusahaan pembiayaan (leasing) karena diduga menunggak kredit. Ia bersama temannya memepet mobil korban saat sedang melintas di jalan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan disebutkan terdakwa hanya dijanjikan upah sebesar Rp100 ribu bila berhasil merebut mobil dari tangan debitur yang diduga menunggak kredit tersebut.

Dijelaskan JPU, terdakwa Bosman mengambil paksa mobil milik debitur Dista Ricky Hasudungan Tanjung, pada 7 September 2017 lalu di Jalan Gatot Subroto, Simpang Ayahanda Medan.

“Saksi Dista Ricky Hasudungan Tanjung dipepet oleh pengendara sepeda motor berboncengan dengan memberikan isyarat agar berhenti, lalu saksi pun berhenti,” kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Immanuel Tarigan dalam sidang di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (18/11/2020).

Usai memepet mobil, kemudian teman terdakwa mematikan mobil dan mengambil kuncinya. Saksi korban saat itu masih sempat berusaha menahan, namun ia malah dicekik dan menyuruhnya agar ke luar dari dalam mobil

“Kemudian sekitar empat orang dari belakang ikut merangkul dan menahan agar saksi tidak dapat mengambil kunci mobil tersebut,” jelas jaksa.

Tetapi, lanjut JPU, korban yang terus berusaha mempertahankan mobilnya akhirnya tak berdaya. Ia pun dipaksa keluar dari mobil.

IKLAN ADS

“Kemudian saksi berteriak rampok,  lalu dua orang pelaku masuk ke dalam mobil dan berhasil menguasai mobil  dan membawa mobil dan seluruh barang- barang yang ada di dalamnya dan meninggalkan saksi  di pinggir Jalan Gatot Subroto simpang Ayahanda Medan,” urai JPU.

Lanjut dikatakan JPU, bahwa ternyata terdakwa tidak ada melakukan penarikan terhadap  satu mobil minibus sebagaimana yang diperintahkan oleh perusahaan.

“Namun terdakwa hanya mengantar mobil tersebut setelah ditarik menuju ke gudang Astria Jalan Kenanga Raya No. 92 Medan,” ucap JPU.

Menurut terdakwa ia disuruh oleh Demo Silaen mengantarkan mobil itu ke gudang. Tetapi terdakwa dan rekannya, sebenarnya tidak tahu apakah debitur yang bersangkutan menunggak angsuran pembayaran atau tidak. 

Jaksa mengungkapkan, peran terdakwa dalam kasus ini hanya untuk melakukan pencarian mobil dan melakukan penarikan dengan bayaran Rp100 ribu. Namun ternyata, barang barang lain yang ada di dalam mobil ikut dirampas. Seperti dompet ,kartu ATM, modem, uang tunai Rp4 juta dan uang tunai Rp65 Juta serta laptop dan dokumen-dokumen.

“Perbuatan terdakwa diancam pidana pasal   365 ayat (1) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana subs pasal Pasal 4 UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” tandas JPU.

 

[MU-01]

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polsek Sunggal Musnahkan 3 Kg Sabu

HUKUM

Ricuh di Rutan Kabanjahe, 43 Tahanan Gagal Bersidang 

HUKUM

Sri Lanka Tahan 18 Orang dalam Penggerebekan soal Bom Paskah

HUKUM

Kasus OTT Eldin, KPK Hadirkan Sekda Pemko Medan di Persidangan

BERITA UTAMA

Mobil Rombongan Siswa Tabrak Pohon Diduga Rem Blong, 1 Orang Tewas

HUKUM

Ternyata Ijazah SD Kepala Desa Terpilih  Lahusa Susua Diduga Palsu

HUKUM

Ayah Bunuh Dua Anak Tiri, Mayatnya Dibuang di Got Dekat Sekolah

HUKUM

Pria Tantang Polisi di Deli Serdang Ternyata Pelaku Pungli, Uangnya buat Beli Narkoba