5 Fakta Kecelakaan Tragis yang Tewaskan 6 Orang di Tebing Breksi

  • Bagikan

MediaUtama.News – Kecelakaan truk bermuatan batu di jalan kawasan Tebing BreksiSleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjadi pada Jumat (3/9) malam. Berikut ini sejumlah fakta di balik kecelakaan yang menewaskan enam orang tersebut:

1. Kecelakaan Tunggal Truk Bermuatan Batu

“Tanggal 3 September 2021 terjadi kecelakaan tunggal truk engkel di Jalan Breksi,” kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (3/9/2021) malam.

Kecelakaan itu terjadi di kawasan Tebing Breksi, Dusun Gunungsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman pada sekitar pukul 20.00 WIB. Yuli mengatakan bahwa truk tersebut membawa muatan batu yang diangkut dari daerah Candi Ijo.

2. Diduga Akibat Rem Blong

Truk tersebut mengalami kecelakaan tunggal diduga mengalami rem blong.

“Dugaan sementara rem blong sehingga kendaraan hilang kendali, (lalu) roboh terperosok pagar rumah,” kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto.
Informasi di lapangan menyebutkan truk bernopol AB 8242 ZU yang membawa batu dan ditumpangi 11 orang itu melaju di jalan menurun.

3. Korban Tewas 6 Orang

Awalnya korban tewas dalam kecelakaan ini berjumlah lima orang. Lima korban tersebut tewas di TKP dan saat itu langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Sedangkan korban luka dirawat di RS Panti Rini dan RSUD Prambanan. Hingga akhirnya jumlah korban tewas bertambah satu orang pada Sabtu (4/9).

“Iya, hingga pagi ini korban meninggal dunia berjumlah 6 orang. Tambahan 1 itu dari korban kritis yang sebelumnya dirawat di RS Panti Rini,” kata Kasat Lantas Polres Sleman AKP Anang Tri Novian, kemarin.

4. Para korban Tewas karena Luka Benturan di Kepala

Kanit Laka Polres Sleman Iptu Galan Adid Dharmawan mengatakan korban meninggal diduga karena mengalami luka berat di bagian kepala.

“Kemudian yang tiga lainnya meninggal karena benturan rata-rata luka kepala berat akibat benturan terhempas dari truk dan terkena bebatuan tersebut,” jelasnya.

5. Batu Muatan untuk Rencana Pengembangan Wisata

Kanit Laka Polres Sleman Iptu Galan Adid Dharmawan menerangkan, kecelakaan bermula ketika truk bermuatan batu bernomor polisi AB 8242 ZU yang ditumpangi 11 orang itu mengambil batu di Dusun Groyokan, Sambirejo.

“Truk ini mengambil batu dari Dusun Groyokan di atas itu batu yang dipergunakan untuk membuat taman, itu untuk dibawa ke Bantul,” kata Galan, Jumat malam.

Ketika truk melintas di jalan turunan, tepatnya Jalan Candi Ijo, sopir diduga mulai tak bisa mengendalikan laju kendaraannya karena diduga mengalami rem blong.

Dukuh Daraman, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul Syamsul Arifin (30) menjelaskan, para korban merupakan warga yang sedang bergotong-royong membawa batu putih untuk mengembangkan objek wisata Bulak Umpeng yang sudah dibuka sejak tahun 2020. Bulak Umpeng yang menyuguhkan panorama persawahan dan perbukitan bagi pesepeda.

“Untuk pengembangan, di pinggir sawah terdapat kursi yang terbuat dari potongan batu putih. Saat ini jumlah kursi sudah ada 5 buah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/9).

Karena semakin ramai peminat, warga sepakat untuk menambah kursi yang dipesan dari Sambirerjo, Kapanewon Prambanan.

Selanjutnya, warga berkoordinasi untuk kerja bakti dan mengambil tempat duduk berbahan batu tersebut malam harinya. Alhasil, sembilan orang warga ikut mengambil kursi pesanan itu, ditambah sopir dan kernet truk.

“Kondisi truk seperti pada umumnya, tidak ada kendala saat berangkat. Tapi saat pulang baru sekitar 2 menit dari lokasi pengambilan batu truk mengalami kecelakaan,” ucapnya. (REP/detik)

 8 views

  • Bagikan
Call Now ButtonKRITIK & SARAN