SUMUT  

Petani di Asahan dan Batubara Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Reses : Anggota DPRD Sumut Ebenejer Sitorus SE saat melakukan reses di Dapilnya Kabupaten Asahan, Batubara dan Tanjungbalai, sejak 5-12 Maret 2023.(Foto :Mu/dok)

Medan, Mediautama.news – Petani di Kabupaten Asahan dan Batubara mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah itu.

Hal itu terungkap dalam reses anggota DPRD Sumut Dapil Asahan, Tanjungbalai dan Batubara Ebenejer Sitorus SE.

“Dari hasil reses kita di sejumlah desa di Kabupaten Batubara dan Asahan, saat ini mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi ,” ucap Eben Ejer Sitorus, seusai melakukan reses, Selasa (14/3/2023).

Disebutkannya, seperti dialami Desa Kampung Kelapa, Desa Cengkring Pekan, Desa Gajah Airputih, Sukajadi dan sejumlah desa lainnya di Kabupaten Asahan dan Batubara.

” Jika tidak segera diatasi, para petani kuatir tanaman mereka terancam gagal panen ,” tegas Eben Ejer.

Menurut politisi asal Partai Hanura ini, kalaupun ada pupuk bersubsidi dijual di pasaran ataupun kios-kios pengecer, para agen atau pengecer pupuk bersubsidi mewajibkan para petani membeli pupuk dengan sistem gandeng, sehingga sangat memberatkan.

“Artinya, setiap petani membeli satu zak pupuk bersubsidi, wajib membeli pupuk gandeng non subsidi dengan harga mahal, sehingga sangat memberatkan petani,” tegasnya lagi.

Dalam reses, petani juga meminta kepada Ebenejer Sitorus segera menyampaikan kepada bupati dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, agar mengusulkan kebutuhan pupuk petani kepada pemerintah pusat sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK).

Soal kelangkaan pupuk ini, Eben Ejer mengaku kesal apalagi ini terus terjadi setiap tahunnya.

Karenanya, Ebenejer meminta agar pemerintah atau pengawas pupuk bersubsidi menertibkan hal ini, agar petani kita bisa hidup lebih sejahtera.

“Ini harus jadi perhatian serius, karena petani adalah garda terdepan dalam mendukung program ketahanan pangan ,” tegasnya menutup. (Md 1)

Editor: Wilfrid Sinaga