SUMUT  

PPI Laporkan Oknum Ketua DPRD Medan ke BK, FMPKM Unras Pertanyakan Soal ‘Titip-Titipan’

Unjuk Rasa : Massa Forum Masyarakat Peduli Kota Medan membentang spanduk dan poster saat berunjuk rasa di depan gedung DPRD Medan, Selasa kemarin. (Foto Atas dan Bawah).(Foto: Mu/dok)

Medan, Mediautama.news – Persaudaraan Pemuda Islam (PPI) Sumut mengaku sudah melaporkan, oknum Ketua DPRD Medan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Medan.

Laporan tersebut terkait pernyataan Wali Kota Medan Bobby Nasution, bahwa Ketua DPRD Medan suka ‘titip-titip’ (memberi titipan) kepada Organisasi Perangkat Daerah Pemko Medan.

“Melihat apa yang disampaikan Wali Kota Medan, Kita sudah melaporkan oknum Ketua DPRD Medan ke BK DPRD Medan atas dugaan nepotisme ,” kata Muhammad Alpin Azhari Presidium Persaudaraan Pemuda Islam Sumut, kepada wartawan, Kamis (16/3/2023).

Mempertanyakan kejelasan masalah ‘titip-titipan’ ini, massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Kota Medan (FMPKM) Selasa kemarin, turun ke DPRD Medan berunjuk rasa (Unras).

Di depan pagar gedung DPRD Medan, massa FMPKM membentang spanduk dan sejumlah poster berisi tuntutan-tuntutan.

Orator massa, Muslim menegaskan kedatangan mereka saat itu hanya mau tau persoalan ‘titip-titipan’ ini. ” Kenapa kok tiba-tiba kejelasannya tidak ada ? ,” tanya Muslim.

Pada kesempatan itu, massa menyampaikan keinginannya berjumpa dengan anggota DPRD Medan, untuk mempertanyakan apa tindakan selanjutnya setelah Wali Kota Medan, Bobby Nasution melontarkan sentilannya kepada Ketua DPRD Medan.

Namun, sampai aksi berakhir, tidak satupun anggota dewan yang datang menemui pengunjuk rasa, karena kebetulan pada hari itu akan berlangsung sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Medan TA 2022.

Beberapa poin tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa di antaranya, mendukung Wali Kota Medan menjalankan program kolaborasi. Meminta Wali Kota menolak titipan apapun dari DPRD Medan, maupun partai politik kecuali titipan masyarakat.

Kemudian, meminta DPRD Medan lebih pro aktif melakukan pengawasan yang lebih baik terhadap program Medan Berkah serta meminta DPRD Medan agar lebih mengaspirasikan suara masyarakat. (Md 1)

Editor: Edward