RSJ Prof Ildrem akan Tambah Ruangan Khusus Bagi Korban Penyalahgunaan Narkoba

  • Bagikan
Korban Narkoba (Foto:Mu/illustrasi/pixabay)

Medan, Mediautama.news – Wakil Direktur Umum RSJ Prof Dr M IIdream Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah MM mengatakan, pihaknya akan membuat program strategis yang dikhususkan bagi korban penyalahgunaan narkoba.

“Program strategis itu berupa penambahan ruangan khusus dan 100 tempat tidur bagi pengguna narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (napza) ,” ujar Aris Yudhariansyah kepada wartawan, Senin (22/5/2023).

Menurutnya, program strategis daerah ini sesuai arahan Gubernur Sumut.

“Secara fisik, untuk penempatan para pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut telah tersedia. Hanya tinggal peresmian pembangunannya saja yang akan dilakukan dalam waktu dekat ,” jelas Aris menambahkan.

Prioritas rehabilitasi di RSJ ini para penyalahgunaan napza yang merupakan warga Sumut. Namun karena ini bersifat nasional siapa pun yang dikirim tetap dilayani terutama kiriman dari BNN dan lainnya.

Terkait pada anggaran dan biaya bagi penyalahgunaan napza yang akan direhabilitasi, Aris mengatakan, akan ditanggung oleh pemerintah melalui Kesbangpol Pemrov Sumut.

Ia membeberkan biaya yang ditanggulangi Kesbangpol itu sebesar Rp 6 juta perorang untuk tiga bulan rehabilitasi.

“Dari Kesbangpol penganggaran akan diberikan. Ke depan para pengguna narkotika itu juga akan dibuat program psikososial juga seperti, gangguan jiwa lainnya yang bukan hanya mengobati fisik semata melainkan mental,” terangnya.

Sementara itu, jumlah kasus gangguan jiwa di Sumut, kata Aris, sesuai dengan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 sebanyak 36.146 jiwa dari usia 15 tahun ke atas. Sumut sendiri berada di posisi ke empat di bawah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Terkait ini, Aris mengaku, dirinya juga tengah mendorong program Eliminasi Disabilitas Intelektual (EDI) Bermartabat, sebagai salah satu upaya menekan stigma di masyarakat tentang penderita gangguan jiwa.

Di Sumut sendiri, ujarnya, ada beberapa Kabupaten yang terbesar kasus gangguan jiwanya. Pertama adalah Medan, Deliserdang, Simalungun, Asahan dan beberapa tambahan kabupaten lain. (Md 1)

Editor: Wilfrid Sinaga

 

  • Bagikan