IGD RSUD Sultan Sulaiman, 24 Jam Layani Pasien Emergency

  • Bagikan
IGD RSU Sultan Sulaiman: Pintu masuk dari depan Gedung IGD RSUD Sultan Sulaiman. (Foto: Mu/dok)

Sebagai tempat layanan kesehatan bagi masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Sulaiman (RSUD Sultan Sulaiman) Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

Kegiatan pelayanan kesehatan diberikan oleh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit ini, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan bagi masyarakat yang datang berobat.

RSUD Sultan Sulaiman memberikan pelayanan kesehatan rawat jalan yang berguna dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang diberikan.

Masyarakat yang datang berobat, tentu dengan berbagai keluhan terkait masalah kesehatannya. Masyarakat bisa berobat jalan yang siap dilayani oleh perawat dan dokter di sejumlah poli yang ada di rumah sakit ini, sesuai dengan keluhan atau permasalahan yang dialami.

Untuk pasien rawat jalan, beberapa spesialisasi pelayanan di rumah sakit ini seperti, Klinik spesialis penyakit Dalam, Klinik spesialis penyakit Anak,
Klinik spesialis penyakit Bedah, Klinik spesialis penyakit Obstetri dan Kandungan. Klinik spesialis penyakit Kulit dan Kelamin, Klinik spesialis penyakit Mata.

Kemudian, Klinik spesialis penyakit Paru, Klinik spesialis THT, Klinik spesialis Jiwa, Klinik spesialis Anasthesi, Klinik spesialis Umum, Klinik spesialis Gigi dan Mulut, Klinik spesialis Forensik, Klinik spesialis Cardiologi, Klinik spesialis Syaraf, Klinik spesialis Orthoped dan Klinik spesialis Griyatri.

Sedang dalam hal penyelenggaraan pelayanan opname dan pemulihan kesehatan yang diberikan kepada pasien, RSUD Sultan Sulaiman juga memberikan pelayanan kesehatan rawat inap.

Pasien yang berobat dengan rawat inap akan dilayani pada beberapa kelas perawatan opname. Kelas perawatan opname di rumah sakit ini yakni, Ruang Perawatan VVIP, Ruang Perawatan VIP,
Ruang Perawatan Kelas I,
Ruang Perawatan Kelas II,
Ruang Perawatan Kelas III,
ICU, Perinatology dan ruang
Isolasi.

RSUD Sultan Sulaiman juga melayani masyarakat yang mengalami kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan medis segera, untuk penyelamatan nyawa dan pencegahan dari resiko kecacatan, baik karena penyakit, kecelakaan, kecelakaan kerja, keracunan, diserang binatang buas atau penyebab lainnya.

Salah satu ruangan di IGD RSUD Sultan Sulaiman

Bagi masyarakat yang mengalami kondisi kegawatdaruratan dan butuh tindakan medis segera, dapat dilayani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keberadaan ruang IGD ini sangat membantu dalam pemberian pelayanan kesehatan pasien terutama dalam penanganan kasus-kasus emergency, sehingga angka kematian pasien dapat diturunkan.

Paramedis di bed ruang IGD saat melayani pasien gawat darurat

Dalam pelayanan kesehatan di Ruang Gawat Darurat, pihak RSUD Sultan Sulaiman sudah menyediakan tenaga kesehatan seperti halnya Dokter Umum, Perawat, Bidan, dan tenaga kesehatan penunjang lainnya yang siap melayani pasien 24 jam.

Tenaga kesehatan yang bertugas di IGD RSUD Sultan Sulaiman standby pada jam bertugas

Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr Ahmad Idris Daulay mengatakan, IGD merupakan salah satu bagian terpenting di rumah sakit yang melayani penanganan awal bagi pasien yang sakit atau cidera karena kecelakaan yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya.

Gedung IGD, menurut Daulay, terletak di tempat strategis persis di sebelah pintu masuk utama RSUD Sultan Sulaiman dan lokasinya mudah dituju. Sehingga kendaraan pengirim pasien dalam kondisi darurat bisa langsung menuju lobby IGD. Petugas paramedis di tempat ini pun siap siaga membantu pasien yang segera butuh perawatan di ruangan IGD.

“Karena pasien yang datang ke IGD pasti orang yang butuh penanganan cepat ,” ungkap Daulay.

Dalam pelayanan kesehatan di instalasi ini, pihak RSUD Sultan Sulaiman sudah menyediakan tenaga kesehatan yang dibutuhkan seperti halnya Dokter Umum, Perawat, Bidan, dan tenaga kesehatan penunjang lainnya yang siap melayani pasien gawat darurat.

Sistem pelayanan pada IGD, jelas Daulay, menggunakan sistem triase, (Triage) dimana pelayanan diutamakan bagi pasien dalam keadaan darurat atau kondisi emergency, jadi tidak berdasarkan antrian atau urutan kedatangan.

“Artinya, pasien yang didahulukan berdasar tingkat kegawatdaruratan atau yang disebut triage ,” jelasnya lagi.

Penanganan tingkat kegawatdaruratan di ruang IGD RSUD Sultan Sulaiman, ditangani oleh petugas medis yang dinilai memiliki SDM yang sudah terlatih. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal pada pasien secara cepat dan tepat serta terpadu dalam penanganan tingkat kegawatdaruratan, sehingga mampu mencegah resiko kecacatan dan kematian.

dr Ahmad Idris Daulay mengatakan, paramedis di RSUD Sultan Sulaiman tetap diingatkan agar melayani pasien dengan setulus hati serta mengutamakan penyelamatan pasien yang butuh pertolongan.

” Ini sudah komitmen kita, sebagaimana ditegaskan Bapak Bupati Sergai, H Darma Wijaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berobat, baik yang berobat di Poliklinik, ruang rawat inap dan pasien di IGD,” tegasnya.

Menurutnya, pelayanan yang baik kepada pasien yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan adalah sesuai dengan motto RSUD Sultan Sulaiman, ‘SERASI’ yakni, Senyum, Empati, Ramah, Amanah, Sigap dan Ikhlas.

Direktur RSUD Sultan Sulaiman pun kerap mengingatkan padamedis di jajarannya agar jangan sampai ada pasien yang mengeluhkan soal pelayanan di rumah sakit ini.

Terkait pelayanan yang diberikan di IGD RSUD Sultan Sulaiman di antaranya, Ambulance 24 jam,
Bedah minor,
Laboratorium, Radiologi (rontgen), ruang Triage, ruang Tindakan, ruang Observasi.

Kelengkapan fasilitas di ruang IGD ini tentunya sangat mendukung dalam hal penanganan pasien yang emergency.

Instalasi Gawat Darurat berfungsi memberikan pelayanan medis yang sifatnya gawat dan darurat selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Pasien dengan penyakit akut yang masuk ke IGD dapat dikategorikan menjadi kasus gawat dan darurat, gawat tapi tidak darurat, darurat tapi tidak gawat, tidak gawat dan tidak darurat.

Dijelaskan, bahwa yang dimaksud gawat adalah, keadaan yang berkenaan dengan suatu penyakit atau kondisi lainnya yang mengancam jiwa. Sedangkan darurat adalah keadaan yang terjadi tiba-tiba dan tidak diperkirakan sebelumnya, suatu kecelakaan, kebutuhan yang segera atau mendesak.

Berbeda dengan Instalasi Rawat Jalan yang memberikan pelayanan pasien yang tidak gawat dan tidak darurat, pasien di IGD adalah pasien dengan kasus yang akut dan terjadi secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat.

Pasien rawat jalan yang karena kondisi medisnya tiba-tiba mengalami perburukan juga harus segera dimasukkan ke IGD.

Sifat operasional IGD yang harus cepat, tepat dan tidak dibatasi oleh waktu, maka petugas medis yang bertugas di IGD rumah sakit ini adalah orang yang benar-benar memiliki sumber daya serta tata cara kerja yang baik yang didukung fasiltas pemeriksaan penunjang.

Sarlim Sipayung, tokoh pemuda Simalungun warga Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, saat diminta pendapatnya mengatakan, bahwa pelayanan di IGD RSUD Sultan Sulaiman sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Dulunya, banyak orang mengeluhkan pelayanan di IGD rumah sakit ini yang dinilai sangat buruk. Bahkan, saking kecewanya dengan pelayanan di rumah sakit ini, masyarakat sempat memplesetkan nama Rumah Sakit Sultan Sulaiman menjadi Rumah Sakit Setan Siluman.

Tetapi saat ini, kesan plesetan seramnya nama rumah sakit ini, sudah tidak pernah terdengar lagi. Karena pelayanannya sudah diperbaiki demikian dengan fasilitas pendukungnya semakin dibenahi.

Mengingat IGD sebagai garda terdepan pelayanan di rumah sakit, ia pun menyarankan agar kualitas sumber daya manusia bagi personel yang bertugas di IGD dapat terus ditingkatkan.(*)

  • Bagikan