Pelayanan RSUD Sultan Sulaiman Semakin Baik, Masyarakat Tidak lagi Berobat Keluar

Salah satu ruangan Instalasi Rawat Inap di RSUD Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman milik Pemerintah Daerah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menunjukkan perkembangan yang semakin baik setiap tahunnya.

Saat baru berdiri di tahun 2008 hingga beberapa tahun kemudian, pelayanan rumah sakit ini banyak diragukan dan dikeluhkan oleh masyarakat yang datang berobat. Bahkan tidak jarang mendapat cacian dari masyarakat karena pelayanan yang dinilai kurang baik.

Ibarat bayi yang baru lahir, tentu belum bisa apa-apa, begitulah kondisi rumah sakit ini di saat baru berdiri.

Hal ini dikarenakan, dari segi fasilitas seperti sarana, prasarana saat rumah sakit ini baru berdiri, masih kurang memadai, termasuk keberadaan petugas kesehatan di antaranya, dokter yang belum lengkap dan peralatan medis rumah sakit yang juga masih kurang memadai.

Namun, dengan keterbatasannya tersebut, masyarakat yang berobat ke rumah sakit yang merupakan peningkatan dari Puskesmas Rawat Inap Sei Rampah ini, selama itu tetap dilayani dengan baik.

Seiring dengan bertambahnya waktu, RSUD Sultan Sulaiman terus berbenah dan semakin tahun menunjukkan perkembangan menjadi semakin lebih baik. Segala sesuatu berkaitan dengan keperluan rumah sakit dalam mendukung peningkatan pelayanan dan fasilitas yang ada terus dibenahi oleh pemerintah daerah.

Mulai dari bangunan rumah sakit yang secara perlahan diperbaiki dan dibenahi, penambahan jumlah ruangan seiring jumlah pasien yang dirawat inap semakin banyak serta melengkapi fasilitas pendukung seperti, instalasi laboratorium, instalasi farmasi, instalasi Radiologi.

Ruang Instalasi Farmasi RSUD Sultan Sulaiman

Instalasi Gizi, instalasai rehabilitasi medik, unit transfusi darah, instalasi sarana dan prasarana rumah sakit, instalasi kamar jenazah, instalasi rekam medik, instalasi pengolahan air limbah, ruang operasi, Fisioterapi, Ambulance serta yang lainnya.

Dan di masa pandemi Covid-19 lalu, sudah terdapat ruangan isolasi yang dilengkapi RDT Antigen/Swab PCR serta fasilitas lainnya.

Demikian paramedis yang meliputi Dokter Spesialis, Dokter Umum, Perawat, Apoteker, bidan, analis kesehatan, asisten apoteker, ahli gizi, fisiotherapi, radiographer, dan rekam medis siap melayani pasien yang datang berobat.

Kemudian, RSUD Sultan Sulaiman juga turut dibenahi dengan tenaga non kesehatan yaitu bagian keuangan, administrasi, personalia, dan lain-lainnya yang dinilai perlu dalam mendukung operasional rumah sakit ini dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.

Ruangan bagian keuangan dan administrasi RSUD Sultan Sulaiman

Saat ini, untuk memberikan layanan kesehatan rawat jalan yang berguna dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang diberikan, di RSUD Sultan Sulaiman terdapat beberapa spesialis pelayanan.

Pelayanan Rawat Jalan (Poliklinik terpadu) adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap.

Sejumlah pasien rawat jalan dengan berbagai keluhan menunggu antrian untuk mendapat pelayanan di poliklinik RSUD Sultan Sulaiman

 

Beberapa spesialis pelayanan di RSUD Sultan Sulaiman di antaranya, Klinik spesialis penyakit Dalam, Klinik spesialis penyakit Anak, Klinik spesialis penyakit Bedah, Klinik spesialis penyakit Obstetri dan Kandungan, Klinik spesialis penyakit Kulit dan Kelamin, Klinik spesialis penyakit Mata, Klinik spesialis penyakit Paru.

Kemudian, Klinik spesialis THT, Klinik spesialis Jiwa, Klinik spesialis Anasthesi,
Klinik spesialis Umum, Klinik spesialis Gigi dan Mulut, Klinik spesialis Forensik, Klinik spesialis Cardiologi, Klinik spesialis Syaraf, Klinik spesialis Orthoped dan Klinik spesialis Griyatri.

Bupati Sergai H Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati H Adlin Umar Yusri Tambunan saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun ke 14 RSUD Sultan Sulaiman di pertengahan Januari 2022 lalu menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran rumah sakit yang telah menunjukkan kinerja yang baik dalam melayani masyarakat yang datang berobat.

Dan hal yang lebih membanggakan lagi, seperti diungkapkan Bupati Darma Wijaya saat itu adalah, keberhasilan rumah sakit ini dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah melampaui jauh di atas target.

Menurut bupati pada acara yang dihadiri, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana, Kadis Kesehatan Selamat Hartono, Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr Ahmad Idris Daulay beserta undangan lainnya, PAD RSUD Sultan Sulaiman jauh di atas target.

Kelebihan target PAD, menunjukkan kunjungan pasien yang datang berobat ke RSUD Sultan Sulaiman terus bertambah dan meningkat signifikan. Ini bentuk keyakinan masyarakat di daerah ini yang menjadikan RSUD Sultan Sulaiman menjadi tujuan utama mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Ini artinya, pelayanan RSUD Sultan Sulaiman sudah semakin baik dan semakin dipercaya masyarakat ,” ucap Darma Wijaya.

Menurutnya, Pemkab Sergai menargetkan PAD dari rumah sakit ini sebesar Rp 16 miliar. Namun tak disangka, PAD yang didapatkan jauh melebihi target hingga mencapai Rp 29 miliar.

” RSUD Sultan Sulaiman berhasil mendulang PAD sebesar Rp 29 miliar, jauh di atas target ,” ungkap Darma Wijaya.

Penambahan Ruangan

Jumlah ruangan yang ada di RSUD Sultan Sulaiman cukup terbatas, hingga tidak mampu lagi menampung banyaknya pasien yang akan dirawat inap. Bahkan, pasien yang akan dirawat inap kerap menunggu dan sementara ditempatkan di ruangan IGD menunggu ada ruangan yang kosong.

Karenanya, untuk bisa menampung jumlah pasien rawat inap di RSUD Sultan Sulaiman yang terus bertambah sejak 2 tahun terakhir, Pemkab Sergai pun berinisiatif menambah ruang rawat inap di rumah sakit setempat.

Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr Ahmad Idris Daulay saat ditemui belum lama ini, membenarkan rencana penambahan ruangan di rumah sakit yang dipimpinnya tersebut.

” Hal ini sebagai langkah meningkatkan fasilitas guna kenyamanan pasien yang datang berobat di rumah sakit ini ,” ujarnya.

dr Daulay menjelaskan, bahwa pada tahun 2021 pasien rawat inap di RSUD Sultan Sulaiman mencapai 2.500 orang, sedangkan di tahun 2022 meningkat dua kali lipat menjadi 5.030 orang.

Kondisi ini, menurutnya, membuat pasien yang datang berobat harus mengantri di IGD untuk menunggu ruang rawat inap yang kosong.

Penambahan ruangan dengan membangun ruang rawat inap baru, menjadi solusi untuk menampung jumlah pasien yang sering membludak.

Pembangunan ruang rawat inap direncanakan dilakukan tahun 2023 ini juga jumlahnya sekitar 30 kamar.

Dukungan

Rencana penambahan ruangan agar bisa menampung banyaknya pasien rawat inap di RSUD Sultan Sulaiman, mendapat dukungan dari masyarakat di daerah ini.

“Penambahan ruangan menjadi solusi sehingga dapat menampung pasien rawat inap yang terus bertambah ,” ungkap Sutrisno senada dengan Efran, Agus dan Budiman serta warga lainnya di Sei Rampah.

Menurut mereka, pelayanan yang semakin baik didukung oleh fasilitas dan paramedis, membuat RSUD Sultan Sulaiman menjadi rumah sakit tujuan utama bagi masyarakat yang mau berobat, dan tidak lagi berobat ke luar daerah. (*)