RSUD Sultan Sulaiman, Melayani dengan ‘SERASI’

Memberikan pelayanan yang baik dengan hati yang tulus bagi masyarakat yang berobat, sudah menjadi komitmen bagi seluruh petugas kesehatan (paramedis) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.

Bukan hanya kalangan petugas kesehatan seperti dokter, perawat tetapi juga yang lainnya seperti bagian administrasi, farmasi, keamanan dan seluruhnya yang bertugas di rumah sakit ini, wajib bersikap sopan, ramah dengan wajah senyum saat menghadapi pengunjung, terlebih pasien rumah sakit.

Kepada pasien maupun keluarga pasien, seluruh petugas kesehatan harus berbicara lembut, memberikan dukungan kesembuhan, terampil, menghargai dan tidak bersikap cuek.

Komitmen melayani dengan hati tulus ikhlas dan bersikap baik sudah ditanamkan di masing-masing jiwa petugas medis di rumah sakit ini, sebagaimana ditekankan pimpinan.

Mereka memiliki keyakinan bahwa lewat sikap yang baik, akan menjadi salah satu terapi penyembuhan bagi pasien yang sakit.

Hal ini juga dilakukan sesuai dengan motto RSUD Sultan Sulaiman yakni, ‘SERASI’, singkatan dari Senyum, Empati, Ramah, Amanah dan Sigap.

Menjalankan tugas pelayanan kesehatan dengan menerapkan motto ‘SERASI’, diharapkan dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien. Ini penting untuk membangkitkan semangat sembuh dan hidup yang lebih lama.

Bagi kalangan petugas kesehatan di RSUD Sulaiman, motto ini, bukan hanya slogan, tetapi benar-benar diwujudkan, mengingat rumah sakit adalah lembaga pelayanan kesehatan. Jadi yang datang ke rumah sakit adalah orang-orang yang ingin berobat dan butuh pelayanan kesehatan, karena penyakit yang diderita.

Menghadapi pasien diharamkan dengan wajah cemberut, wajah sangar atau bergaya cuek. Tetapi, lebih mengutamakan etika dan sopan santun serta melayani pasien dengan senyuman dan rasa perhatian, sehingga masyarakat yang datang berobat bisa merasa lebih nyaman.

Sebagai seorang pelayan bagi orang sakit, perawat di rumah sakit ini diajarkan untuk mengetahui dan membantu imun pasien, di antaranya . dengan memberi senyuman ramah, sentuhan yang pada akhirnya menjaga sistem ketahanan tubuh pasien tetap terjaga.

Jadi, sikap mengutamakan rasa humanis dan kepedulian harus diutamakan. Ini sangat penting sebagai bentuk pelayanan prima.

Petugas kesehatan RSUD Sultan Sulaiman melayani pasien dengan tulus dan rasa perhatian

Setiap petugas kesehatan juga harus memiliki sifat atau rasa Empati, yaitu sifat bisa mengerti atau dengan mengikuti keinginan pasien, responsif dan memiliki perhatian lebih kepada pasiennya untuk meningkatkan kesembuhan pasien.

Perawat yang memiliki rasa empati di dalam dirinya, akan mampu meningkatkan kemampuannya untuk mengerti emosional yang sedang dialami pasien, dan mampu memberikan respon yang tepat terhadap emosional tersebut.

Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr Ahmad Idris Daulay saat berbincang dengan wartawan Mediautama.news di ruang kerjanya belum lama ini menyampaikan, bahwa menyambut dan melayani masyarakat yang datang berobat dengan senyum dan ramah, akan membuat pasien merasa nyaman.

Senyum menjadi obat mujarab agar pasien dapat segera sembuh. Karena, menurutnya, senyum memberi efek pada pola pikir dan menstimulasi sistem imun tubuh dan sistem imun tubuh itulah yang menyembuhkan diri si pasien.

Demikian kepada bagian pengamanan rumah sakit terutama yang bertugas di pintu masuk rumah sakit, tidak boleh menunjukkan sikap arogan. Harus bersikap sopan santun dan ramah kepada masyarakat yang datang berurusan baik untuk berobat maupun pengunjung atau keluarga pasien.

Sikap arogan, tidak perduli serta sikap kurang respon akan membuat perasaan pasien menjadi kurang tenang dan penyakitnya bisa semakin parah.

Petugas medis dan petugas pengamanan rumah sakit juga harus sigap dengan kedatangan pengunjung rumah sakit. Ada kalanya orang yang datang berobat kondisinya gawat dan sangat membutuhkan pertolongan medis.

Paramedis termasuk petugas satpam di depan pintu masuk, akan sigap melayani pasien. Jika pasien yang datang tidak bisa berjalan sendiri dan butuh pertolongan, tanpa diperintahkan, dengan sigap petugas keamanan akan membantu membawakan pasien dengan kursi roda.

“Ini sudah penegasan kita sebagaimana selalu diingatkan Bapak Bupati untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berobat ,” tegas dr Daulay.

Para petugas medis bersama petugas di bagian lain di RSUD Sultan Sulaiman pada apel rutin setiap Hari Senin pagi, tetap diingatkan agar melayani pasien dengan ‘SERASI’.

Seluruh paramedis serta petugas lainnya di rumah sakit ini, jelasnya, selalu diingatkan menjalankan tugasnya sesuai motto ‘SERASI’, terutama pada kegiatan rutin apel pagi setiap Hari Senin dan momen rapat. “Kita tidak mau mendengar ada pasien maupun keluarga pasien yang mengeluhkan pelayanan di rumah sakit ini ,” kata dr Daulay.

Menurutnya, keluhan yang sering terdengar biasanya mengenai sikap dan tindakan perawat yang mengecewakan dan sama sekali tidak ber empati.

Bahkan, sering juga terdengar ada perawat yang marah-marah, tidak sabar, kurang perhatian, tidak tanggap dan tidak memahami kebutuhan pasien.

” Hal ini tidak boleh terjadi di RSUD Sultan Sulaiman ,” tegasnya lagi.

Karenanya, menurut dr Daulay, petugas medis juga harus memiliki rasa Empati yakni, perasaan untuk memahami apa yang dirasakan pasien. Perawat yang memiliki kemampuan empati dapat memahami dan merasakan suasana hati pasien, sehingga akan lebih bijak bersikap.

Pada moment tertentu di HUT RSUD Sultan Sulaiman digelar syukuran dengan memberikan bingkisan kepada pasien rawat inap

Kemudian, penting juga sebagai pelayan masyarakat memiliki perasaan Amanah berpegang kepada tanggung jawab yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

Petugas kesehatan harus menerima tugas yang diemban sebagai amanah. Dalam menghadapi pasien harus menyampaikan keterangan kepada pasien dengan jujur.

Putra, warga Sei Bamban salah seorang keluarga pasien mengaku pelayanan di RSUD Sultan Sulaiman sudah jauh berubah dan terus semakin baik.

“Iya, jauh berubah dibanding beberapa tahun lalu. Masuk ke rumah sakit ini, kita dilayani dengan ramah dan senyuman, sehingga kita pun merasa nyaman hingga saat diantarkan ke ruang rawat inap ,” kata Putra.

Ia berharap, kondisi seperti ini di RSUD Sultan Sulaiman sesuai mottonya ‘SERASI’, dapat terus dipertahankan, guna memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat yang berobat.

Kalau dulu, menurut Putra, masyarakat Sergai banyak yang memilih rumah sakit di luar daerah untuk berobat. Namun sekarang, RSUD Sultan Sulaiman sudah menjadi rumah sakit tujuan masyarakat Sergai untuk berobat. (*)