Diduga Dibunuh, Kepala KCP Bank Ditemukan Tak Bernyawa dengan Mata Tertutup Lakban

Mayat seorang pria (Foto:ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Polisi mengungkap, seorang pria berinisial IP yang menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat ditemukan tewas dengan kondisi mata tertutup lakban.

Jasad IP ditemukan di area persawahan di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025) pagi. Sebelum ditemukan meninggal, korban diduga lebih dulu diculik di area parkir sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur.

“Ya, saat kami datangi TKP, kondisi korban saat itu dilakban pada bagian mata dan kakinya dalam keadaan terikat,” kata Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, saat dikonfirmasi dilansir dari CNNIndonesia.com.

Hotma menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah menggembalakan sapi sekitar pukul 05.30 WIB.

“Melihat ada mayat di lokasi, saksi langsung melapor ke ketua RT, lalu diteruskan ke perangkat desa serta Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Nagasari,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan luar, polisi mendapati sejumlah luka lebam pada tubuh korban. Jasad IP kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk kondisi korban terdapat beberapa luka lebam di bagian tubuh,” kata Hotma.

Sebelumnya, seorang pria berinisial IP yang merupakan Kepala kantor cabang pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta Pusat menjadi menjadi korban penculikan dan pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky mengatakan empat terduga pelaku telah berhasil ditangkap jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Baru empat orang yang diamanin, eksekutornya lagi dikejar, lagi lari,” ujarnya, Kamis (21/8/2025), dikutip dari CNNindonesia.com.

Penyelidikan kasus ini, jelas Dicky, masih terus dilakukan. Termasuk mengejar keberadaan para pelaku lainnya.

“Iya (tim gabungan), Polres sama Polda, cuma yang udah ngamanin Polda, Polda lagi ngembangin sekarang, Polda sedang fokus ngamanin pelaku,” katanya.(r)

Editor: Edward