Pemimpin Kartel Narkoba Paling Ditakuti Tewas Ditembak, Presiden Meksiko Minta Publik Tetap Tenang

Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho (Foto:dok/France 24)

Jakarta, Mediautama.news – Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho, sosok yang dikenal sebagai pemimpin kartel narkoba paling ditakuti di Meksiko dan salah satu buronan paling dicari di dunia, dilaporkan tewas dalam operasi militer.

Operasi tersebut digelar oleh militer Meksiko dengan dukungan intelijen dari Amerika Serikat di wilayah Tapalpa pada Minggu (22/2/2026).

Pria berusia 59 tahun itu merupakan pendiri sekaligus pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), yang selama ini disebut sebagai salah satu kelompok narkotika terkuat di Meksiko dan rival utama kartel-kartel besar lainnya.

Ia telah lama menjadi target operasi gabungan kedua negara. Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS atau sekitar Rp252 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dalam pernyataan usai operasi berlangsung, memuji keberhasilan militer namun juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang. “Target kita adalah menegakkan hukum dan keamanan tanpa perlu campur tangan pasukan asing di tanah Meksiko,” tegas Claudia Sheinbaum seperti dikutip CNN International dan melansir CNBC Indonesia, Senin (23/2/2026).

Lahir di Michoacán pada Juli 1966, El Mencho bukanlah sosok biasa dalam dunia kriminal. Ia sempat tinggal di AS dan terlibat dalam perdagangan narkoba sejak 1990-an, hingga pada 1994 dihukum atas konspirasi distribusi heroin di California dan menjalani hukuman tiga tahun di penjara AS.

Sesudah kembali ke Meksiko, ia sempat bekerja sebagai petugas polisi di Jalisco sebelum akhirnya beralih menjadi tokoh utama dalam jaringan kejahatan terorganisir.

Sejarahnya di industri peredaran narkotika dimulai sebagai kepala pembunuh bayaran untuk Kartel Milenio dan kemudian berperan dalam keamanan operasional Kartel Sinaloa.

Pada 2010-an, ia mendirikan CJNG bersama sekutu kriminal dan melalui pernikahan dengan Rosalinda González Valencia, anggota keluarga pemimpin Los Cuinis, memperkuat posisinya sebagai pemimpin kartel tersebut.

“El Mencho membangun kekuasaannya dengan kombinasi kekerasan ekstrem dan hubungan jaringan yang luas,” kata analis keamanan publik David Saucedo. Ia menggarisbawahi taktik kekejaman dan diplomasi yang ia gunakan untuk mengokohkan CJNG.

Di bawah komandonya, CJNG berkembang pesat menjadi jaringan global yang memasok methamphetamine, kokain, heroin, dan terutama fentanil ke AS dan negara lain. Kartel ini juga dituduh memiliki hubungan dekat dengan pemasok prekursor dari Tiongkok dan mengendalikan pelabuhan-pelabuhan strategis untuk impor bahan kimia narkotika.

CJNG dikenal karena kekerasannya, termasuk serangan terhadap pejabat pemerintah, pembunuhan kelompok saingan, dan petugas penegak hukum, serta serangan terkoordinasi seperti penembakan helikopter militer pada 2015. Kelompok ini juga pernah melakukan penculikan terhadap putra pemimpin kartel saingan dari Sinaloa.

Kematian El Mencho langsung memicu ledakan kekerasan di berbagai negara bagian Meksiko. Jalan-jalan diblokade, sejumlah kendaraan dibakar, dan bentrokan dengan pasukan keamanan dilaporkan terjadi di setidaknya 20 negara bagian.

Setidaknya 14 orang tewas dalam kekacauan yang menyebar pasca insiden tersebut.

Pemerintah AS dan Kanada bahkan mengeluarkan peringatan keamanan dan menunda jadwal penerbangan di wilayah tertentu akibat kekacauan ini. Meskipun pemimpin kartel telah tewas, pakar menilai struktur CJNG yang terfragmentasi dan terdesentralisasi bisa membuat dampak jangka panjang tetap berlangsung.(r)

Editor: Edward