Jakarta, Mediautama.news – Dubai sering dijuluki sebagai surga belanja dan pusat kemewahan dunia. Tak mengherankan, kota ini juga menjadi rumah bagi sejumlah miliarder papan atas.
Menurut Forbes 2021, Uni Emirat Arab (UEA) bahkan lebih banyak dipilih sebagai tempat tinggal para miliarder dibanding negara Timur Tengah lainnya. Gaya hidup glamor dan kisah pribadi mereka pun selalu menarik perhatian publik.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah orang terkaya di Dubai yang bukan berasal dari keluarga kerajaan maupun taipan minyak, melainkan seorang pengusaha teknologi asal Rusia, Pavel Durov.
*Kekayaan Fantastis
Dilansir dari CNBC Indonesia, per 29 September 2025, kekayaan bersih Durov tercatat mencapai US$17,1 miliar atau sekitar Rp 285 triliun, menempatkannya di peringkat ke-139 orang terkaya dunia versi Forbes.
Pavel Valeryevich Durov lahir di St. Petersburg pada 1984. Ia menempuh pendidikan di Universitas Negeri St. Petersburg dan meraih gelar sarjana filologi. Pada usia 22 tahun, ia mendirikan VKontakte (VK.com), jejaring sosial terbesar di Rusia yang berkembang hingga memiliki lebih dari 100 juta pengguna.
Kecerdasannya dalam berinovasi membuatnya dijuluki “Zuckerberg Rusia”, sejajar dengan Mark Zuckerberg pendiri Facebook.
Namun, kariernya menghadapi titik balik ketika ia menolak bekerja sama dengan dinas rahasia Moskow. Durov menolak menyerahkan data pengguna, hingga akhirnya dipaksa menjual saham VK dan meninggalkan Rusia.
“Forbes mencatat, Durov meninggalkan Rusia setelah menolak memberikan data terenkripsi pengguna jejaring sosialnya. Telegram sempat dilarang di Rusia pada 2018–2021. Ia kemudian memperoleh kewarganegaraan Prancis pada 2021, namun memilih menetap di Dubai,” tulis biografinya.
Pada tahun 2013, Durov meluncurkan Telegram, aplikasi perpesanan terenkripsi gratis yang segera menjadi pesaing global WhatsApp dan Messenger. Dikenal karena pendiriannya yang kuat tentang privasi dan keamanan, Telegram kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia (Statista, 2025).
Tidak seperti kebanyakan raksasa teknologi, Telegram tetap sepenuhnya dimiliki oleh Durov sendiri, menjadikannya sumber kekayaan utamanya.
*Alasan Pavel Durov memilih tinggal di Dubai
Setelah bertahun-tahun berpindah-pindah negara, Durov menetap di Dubai pada 2017. Alasannya karena dia tertarik dengan kebijakan pajak UEA yang ramah dan gaya hidup kosmopolitan.
Ia kemudian menjadi warga negara UEA. Kini, ia tinggal di sebuah rumah mewah dengan lima kamar tidur di Kepulauan Jumeirah, seluas 15.000 kaki persegi, menurut sebuah laporan.
Durov sering menjadi berita utama karena gaya hidupnya yang tidak konvensional. Meskipun ia memiliki lima anak dengan dua mantan pacar, ia juga mengklaim telah menjadi ayah dari sekitar 100 anak melalui donor sperma, menurut Reuters. Pengungkapan ini telah memperkuat reputasinya yang misterius sebagai figur publik yang tertutup namun provokatif.
Kini, Durov dikenal sebagai sosok visioner di balik aplikasi Telegram, yang digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia.(r)
Editor: Edward






