Home / HUKUM / NASIONAL

Minggu, 5 Januari 2020 - 14:52 WIB

Pangkogabwilhan: Kapal China Masih Bertahan di Laut Natuna

Ket Foto : Panglima Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI, Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, hingga saat ini kapal-kapal nelayan China masih bertahan di laut Natuna, Kepulauan Riau, melakukan aktivitas penangkapan ikan. (Waspada)

Ket Foto : Panglima Komandan Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI, Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, hingga saat ini kapal-kapal nelayan China masih bertahan di laut Natuna, Kepulauan Riau, melakukan aktivitas penangkapan ikan. (Waspada)

MEDIAUTAMA.CO | TANJUNGPINANG – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyatakan hingga Minggu kapal nelayan China masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Menurut Pangkogabwilhan I, kapal-kapal asing tersebut bersikukuh melakukan penangkapan ikan secara legal yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

“Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China,” kata Yudo Margono dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL di Tanjungpinang, Kepri, Minggu (05/01/2020).

Yudo menegaskan bahwa TNI sudah melakukan gelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Laut Natuna.

“Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut,” katanya menegaskan.

Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal China betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.

“Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan kami gerakkan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal itu,” katanya seperti dilansir dari Antara.

IKLAN ADS
Baca Juga :  Kejatisu Tahan Eks Kakanwil Kemenag Sumut Terkait Kasus Jual-Beli Jabatan

Sampai saat ini, kata dia, tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingati kapal China bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.

“TNI mengedepankan upaya damai dalam menangani persoalan ini,” katanya menambahkan.

Pangkogabwilhan I turut menyampaikan berdasarkan pantauan TNI pada saat ini yang terdeteksi memasuki Laut Natuna hanya kapal nelayan China.

Kapal nelayan dari negara lain, seperti Vietnam, tidak berani lagi masuk ke zona tersebut.

“Kapal nelayan Vietnam sudah banyak kami tangkap, jadi mereka tidak berani lagi,” kata Yudo.

 

Baca Juga :  Nekat Jadi Kurir 41 Kg Ganja, Pria Paruh Baya Asal Aceh Divonis 15 Tahun Bui

(MU/Ant)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Merasa Difitnah dan Diancam, Jurnalis TV Polisikan Oknum Ketua Organisasi 

HUKUM

Setubuhi Pacar Berkali-kali, Pemuda Asal Dolok Masihul Dipolisikan

HUKUM

Tekab Polsek Perbaungan Amankan Pelaku Penipuan dan Penggelapan

HUKUM

Tak Butuh Waktu Lama, Dua Pelaku Begal Terhadap Anggota Brimob Diringkus Polsek Delitua

HUKUM

Pelaku Spesialis Bongkar Bagasi Sepeda Motor Diringkus Polsek Percut Sei Tuan

HUKUM

Joni Iskandar Pasrah Divonis Hukuman Mati     

HUKUM

Terima DP Rp 20 Juta dari Pengusaha A, Artis H Tarifnya Dikabarkan Rp 30 Juta

BERITA UTAMA

Dua ASN yang Pingsan Setengah Bugil di Dalam Mobil Dilaporkan ke Polisi