Jakarta, Mediautama.news – China kembali mencatatkan inovasi infrastruktur dengan menghadirkan eskalator luar ruangan terpanjang di dunia di Kota Wushan, Chongqing. Sejak mulai beroperasi pada Februari 2026, fasilitas bernama Shennu Escalator ini langsung menarik perhatian karena panjangnya yang mencapai lebih dari 900 meter.
Eskalator raksasa yang juga dikenal sebagai Goddess Escalator ini membentang melintasi kawasan perbukitan curam khas Chongqing, memberikan akses vertikal yang lebih mudah bagi warga dan wisatawan. Dengan kontur kota yang berbukit, kehadiran eskalator ini terasa seperti “membelah” kota sekaligus menghubungkan area bawah dan atas dengan lebih efisien.
Dikutip dari Futurism dan melansir CNNIndonesia, Shennu Escalator diklaim sebagai eskalator luar ruangan terpanjang di dunia. Panjangnya bahkan disebut setara dengan ketinggian gedung 80 lantai, dengan waktu tempuh mencapai sekitar 21 menit dari ujung ke ujung.
Kepala tim desain proyek sekaligus insinyur di China Railway Eryuan Engineering, Huang Wei, menyebut proyek ini sebagai yang pertama dalam skala dan konsep serupa. Ia menegaskan belum ada proyek lain yang menandingi, baik yang sedang dibangun maupun yang telah beroperasi.
Meski terlihat sebagai satu jalur panjang, seperti dikutip CNN, sistem Shennu sebenarnya terdiri dari dua eskalator terpisah dan satu lift. Namun, ketiganya terintegrasi dalam satu rute yang sama sehingga tetap dianggap sebagai satu kesatuan.
Sebelumnya, Chongqing telah dikenal dengan Eskalator Crown di kawasan Huangguan yang menjadi ikon sejak 1990-an sebagai salah satu eskalator terpanjang di Asia. Kini, melalui Shennu Escalator, kota ini kembali memperbarui rekornya di tingkat dunia.
Selain sebagai sarana transportasi, eskalator ini juga menjadi daya tarik wisata baru. Setiap hari, sekitar 9.000 orang menggunakan fasilitas tersebut. Angkanya melonjak drastis saat Festival Musim Semi, dengan total pengunjung mencapai 450 ribu orang.
Untuk menikmati fasilitas ini, pengunjung hanya perlu membayar sekitar USD 0,43 atau setara Rp7.000. Tarif tersebut dinilai terjangkau, terutama mengingat efisiensi waktu dan tenaga yang ditawarkan untuk mencapai Puncak Shennu.
Para pengguna, khususnya pendatang dari luar kota, menilai eskalator ini sangat membantu mobilitas, terutama saat membawa barang berat. Bahkan, profesi bangbang kuli panggul tradisional di Chongqing ikut merasakan manfaatnya.
“Sebelumnya tidak ada lift, yang cukup merepotkan,” ujar salah seorang bangbang, Ran Guanghui, menggambarkan perubahan signifikan sejak kehadiran eskalator tersebut.(r)
Editor: AR Manik






